17

Sikap Patut Saat Jenguk Bayi Baru Lahir

Menjenguk bayi baru lahir sudah menjadi tradisi. Namun bukan berarti tiada aturan yang tak perlu dipahami. Pengunjung harus menunjukkan sikap yang patut demi mendukung kenyamanan ibu dan bayi.

Sikap yang patut ini tidak lain adalah etika yang harus dijalankan. Agar sewaktu kunjungan diadakan, kehadiran kita tidak mengganggu mereka. Sebab sudah menjadi rahasia umum, menjaga bayi yang baru lahir bukan perkara mudah. Ibu harus ekstra siaga di saat tenaganya belum sepenuhnya kembali.

Dengan menjaga etiket, keduanya sama-sama diuntungkan. Pengunjung senang dapat melihat kehadiran bayi baru. Ibu dan keluarga tetap gembira mendapat kunjungan dari banyak kolega dan teman-temannya.

Permisi terlebih dulu

Ingat untuk permisi dulu. Meminta izin kapan sebaiknya waktu yang tepat untuk datang. Mungkin orang tua bayi membolehkan Anda datang langsung ke rumah sakit. Namun bisa pula lebih menghendaki Anda datang ke rumah saja.

Ingat pula untuk tidak memaksa. Artinya bisa saja orang tua belum mengetahui waktu yang pas. Mengingat ada kondisi tertentu pada bayi dan ibu. Jadi, patuhi dan tunggu saja kabar selanjutnya.

Sebentar saja

Alokasikan waktu secukupnya. Tidak terlalu lama atau sampai menyita jam istirahat ibu dan bayi. Misalnya tidak lebih dari setengah jam. Jika Anda menjenguk di rumah sakit, mungkin sekitar 15 menit sudah cukup.

Batasi jumlah peserta yang ikut dalam kunjungan. Langkah antisipasi timbulnya keramaian dan ketidaknyamanan keluarga bayi.

Selalu minta izin

Ajukan izin saat akan melakukan kontak dengan bayi. Seperti ingin menggendong, mencium, dan sebagainya. Memindahkan bayi dari box kamar tidur ke ruang tamu, atau lainnya. Termasuk keinginan untuk mengabadikan profil bayi di kamera.

Perihal meminta izin ini memang sering dilupakan. Padahal pengunjung perlu menghormati aturan-aturan yang berlaku dalam keluarga tersebut. Apabila orang tua mengingatkan, segera indahkan. Karena sekali aturan mereka diabaikan, kesan buruk pada Anda sebagai tamu akan langsung dilayangkan.

Sehat

Pastikan ketika melakukan kunjungan Anda berada dalam kondisi fit. Tidak mengidap penyakit menular, walaupun dalam kadar ringan. Contohnya, flu.

Atau bila Anda perokok, gunakan masker dan ganti baju dengan yang belum terpapar asap bernikotin. Pilih ruangan berudara lancar. Serta secukupnya mengadakan kontak  fisik, tanpa harus menggendong dan mencium bayi.

Berkata positif

Keluarkan kata-kata positif pada ibu dan bayi. Sekaligus bentuk dukungan pada mereka yang sedang berbahagia. Agar senantiasa sehat dan ceria menjalani hari-hari. Berupa pujian, mengungkapkan rasa ikut berbahagia, atau berbagai harapan ke depan.

Dan, hindari komentar yang bisa menjatuhkan mental sang ibu. Di mana umumnya berwujud pembandingan fisik bayi dengan bayi lainnya. Bisa pula menilai kondisi ibu terkini pasca melahirkan. Lebih tepatnya meluncurkan body shammed yang tak ada faedahnya sama sekali.

Tidak merepotkan

Meski masih dalam rangka perayaan, namun jangan sampai merepotkan. Kunjungan ini bukan atas undangan tuan rumah, bukan pula pesta meriah. Sebisa mungkin penuhi kebutuhan dengan mandiri. Terutama untuk urusan makan dan minum yang seharusnya bisa Anda atasi sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments