11

Batas Aman Angkut Barang Pakai Motor

Meski bukan alat angkut barang, terkadang membawa barang dengan motor tak bisa dihindari. Karena itu, tak bisa sembarangan. Pastikan Anda mengetahui aturan yang baku, demi keamanan semua pengguna jalan.

Mengapa harus sampai ada aturan bakunya? Karena banyak sekali angka kecelakaan motor yang bersumber dari mekanisme mengangkut barang yang tidak benar. Pengendara motor bisa terluka, begitu pula dengan pengendaran lain yang berada di dekatnya.

Pemandangan mengangkut barang secara berlebihan bisa dilihat saat musim mudik tiba. Bayangkan, motor harus menyediakan ruang bagi dua penumpang, kadang lebih. Masih ditambah beberapa tas atau kardus. Kadang letaknya harus menggeser posisi duduk, sehingga membuat posisi menyetir tidak aman.

Pasca dari pasar, pengendara juga kerap membawa barang berlebihan. Atau pedagang yang menjajakan barang jualannya. Seringkali menjulang tinggi dan memakan jatah area jalan transportasi lain. Arah pandang tertutup, nyawa bisa melayang.

Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2014 tentang Angkutan Jalan pasal 10 ayat 4 telah mengatur secara khusus. Bila syarat tidak dipatuhi, pengendara motor bisa dikenakan tilang. Gunakan motor secara bijak, ya.

Lebar tidak melebihi stang

Pastikan lebar barang bawaan tidak melebihi dari lebar setang. Sehingga barang tidak akan menyentuh objek lain selama melaju di jalan. Motor juga mudah dikendalikan karena ukuran lebarnya tidak mendapat tambahan. Di samping pengemudi tidak perlu berkali-kali menyesuaikan arah laju, misalnya saat mendadak menjumpai lebar jalan yang menyempit, atau akan bertemu dengan kendaraan lain yang lebih besar. Pengemudi bisa fokus pada urusan mengemudi saja.

Tinggi muatan tidak lebih dari 900 cm

Usahakan tinggi muatan tidak lebih dari 900 cm. Peraturan juga menyebut, tinggi muatan tidak melebihi punggung penumpang motor. Gunanya, agar pengendara lain yang berada di belakang motor masih dapat melihat jelas objek yang ada di depan. Andaikan pihak belakang ingin menyelip, aman tidaknya masih bisa ditentukan dengan jelas dan pasti.

Terletak di bagian belakang

Letakkan barang bawaan di bagian belakang. Namun jangan sampai melebihi batas jok. Jadi barang masih mendapat sokongan dari bawah dan tidak oleng. Bila Anda meletakkannya di bagian depan, alias depan pengemudi, dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi. Terlebih dapat menutup jarak pandang ke depan. Rawan pula bila tiba-tiba barang jatuh dan mengganggu konsentrasi.

Tidak menutup lampu sein

Coba teliti lagi apakah barang tidak menutup lampu sein dan lampu utama. Sebab, cahaya lampu harus tetap terlihat sepanjang motor beroperasi di jalan. Terutama saat Anda akan berbelok atau melaju di malam hari. Lampu harus jelas menunjukkan keinginan roda motor melaju kemana. Begitu pula maksud peringatannya mesti tertangkap jelas oleh kendaran-kendaraan di dekatnya.

Berat di bawah beban maksimal

Buka kembali buku petunjuk penggunaan motor. Tiap-tiap motor memiliki ambang batas berat yang bisa ditoleransi. Biasanya tergantung dari ukuran cc dan jenis motor. Jangan paksa mengangkut barang, jika memang sejak awal motor didesain khusus untuk mengangkut orang. (LAF) 

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments