10

Berteman dengan Orang Tua Teman Sekelas Anak

Karena anaknya berada dalam satu kelas, orang tua bisa jadi komunitas. Manfaatkan kesempatan emas ini dengan sebaik-baiknya. Agar komunitas yang telah terbentuk tidak sekadar perkumpulan biasa saja.

Minimal mampu menjembatani kepentingan antara orang tua dengan pihak sekolah. Begitu pula untuk mengawal perkembangan anak-anak selama berada di kelas. Satu sama lain bisa saling mengingatkan akan info terbaru yang datang dari para guru. Atau membantu orang tua yang menemui kesulitan terkait kebutuhan sekolah anaknya.

Banyak juga yang memanfaatkan ajang komunitas ini sebagai agenda bersosial. Berkumpul bersama guna mengisi waktu saat anak-anak masih menempuh jam belajarnya. Misalnya, arisan, berbelanja, dan sarapan bersama.

Makin sempurna jika para orang tua mau mengisinya dengan obrolan-obrolan yang sehat. Percakapan untuk menghasilkan agenda-agenda tertentu. Di mana faedahnya kembali pada anak-anak sendiri. Sebab, dipercaya orang tua yang peduli dan mau mengawal tumbuh kembang anak dengan optimal, akan menghasilkan generasi yang lebih baik lagi.

Dari satu orang tua yang mengawali, akan menulari orang tua lainnya. Sehingga percakapan sehat bisa diwujudkan ke dalam aksi nyata.

Agenda yang bisa mendukung materi di kelas

Orang tua dapat mulai memikirkan agenda apa yang bisa dilakukan di luar jam kelas. Agenda yang ditujukan untuk anak dan orang tua secara berpasangan. Semacam playdate bersama-sama. Berbekal dari materi di sekolah, sehingga penyampaian pada anak semakin optimal. Jika perlu, tanya saja pada guru kelas bantuan apa yang diperlukan dari orang tua. Guru dan orang tua pun kompak dan saling mendukung.

Antisipasi bully dan kekerasan

Jangan biarkan guru bekerja sendiri mengatasi kekerasan dan perisakan. Ajak orang tua lain memberantasnya. Terutama di antara anak-anak sendiri yang tergabung dalam satu kelas. Saling mengabarkan siapa yang terindikasi menerima kekerasan atau ejekan verbal. Lalu pikirkan cara yang efektif tapi mengena. Misalnya dimulai dari nasihat-nasihat yang diberikan di rumah masing-masing.

Menumbuhkan semangat kebersaman dan memahami perbedaan

Tumbuhkan semangat kebersamaan dan memahami perbedaan. Di antara para orang tua sendiri, maupun untuk kalangan anak-anaknya. Perbedaan yang seharusnya bukan pemicu kekerasan dan perisakan. Melainkan perbedaan yang mengantarkan kuatnya rasa toleransi dan pengertian. Tak ragu saling belajar dan bertukar pikiran untuk menemukan hal-hal baru, yang mungkin selama ini tidak terpikirkan sama sekali.

Parenting

Orang tua perlu terus update. Memperbaharui materi-materi pola asuh dan saling berbagi dengan orang tua lainnya. Bertukar cerita bagaimana menumbuhkan anak laki-laki atau perempuan, anak yang sudah beranjak remaja, anak yang sering membantah, dan sebagainya. Menyamakan visi guna menyiapkan anak yang siap mandiri.

Membahas kebutuhan kelas

Perbincangan yang sehat juga bisa mengarah pada pembahasan kebutuhan kelas. Keperluan yang dinantikan demi keberlangsungan kegiatan belajar mengajar. Inisitiaf yang dibutuhkan, sebab terkadang sekolah mungkin tidak bisa menyediakan semuanya. Termasuk mengadakan kenang-kenangan akhir tahun untuk para siswa dan guru-guru. Hadiah untuk memori indah setelah bersama-sama menempuh perjuangan di kelas yang sama. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments