05

Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Rumah sering jadi korban saat gempa terjadi. Semakin menyadarkan akan pentingnya kekuatan konstruksi bangunan. Apalagi negeri ini berada di area pertemuan tiga lempeng besar. Di mana sewaktu-waktu bisa menimbulkan gempa besar.

Kerugian paling besar terjadi saat rumah benar-benar roboh. Pemilik juga harus siap dengan kerusakan sekecil apapun. Seperti pecahnya lantai atau fondasi, retak dinding, pintu dan jendela yang lepas dari rangka, atap yang berjatuhan, sampai rumah jadi miring. Akibat konstruksi yang tak sesuai untuk berhadapan dengan goyangan gempa.

Konstruksi rumah yang khusus dirancang tahan gempa pada dasarnya sederhana. Berupaya mengurangi efek moment gaya puntir saat gempa berlangsung. Puntir adalah gaya torsi tegak lurus yang dihasilkan kedua ujung material bangunan secara berlawanan. Gaya yang mendatangkan kerusakan sekaligus bahaya bagi orang-orang di sekitar.

Bila ingin mengetahui seperti apa rumah yang tahan gempa, Anda bisa menilik di Desa Sumberharjo, Yogyakarta. Kerap disebut rumah Teletubbies dengan bentuk kubah.

Fondasi

Pasang batu kali sebagai fondasi utama. Letakkan terus menerus ke bawah dan menyeluruh ke setiap bata. Kedalamannya bisa berada di kisaran 60 hingga 75 centimeter. Lalu beri balok pengikat (sloof) di atasnya. Di antara fondasi dan rangka bangunan, tambahkan penguatan. Selain balok sloof tadi, Anda bisa memilih kolom praktis dan balok atas. Buat dari beton bertulang.

Fondasi, sloof, dan kolom praktis harus saling terikat satu dengan lainnya.

Terakhir, pastikan fondasi ada di dalam tanah dengan permukaan yang keras. Bukan dengan kontur berair atau tanah lempung. Untuk lebih jelasnya, Anda bisa berkonsultasi dengan ah

Perencanaan tata ruang

Perencanaan tata ruang rumah tahan gempa memang tidak banyak pilihan. Bahkan terasa sederhana. Sebab memang demikian yang dianjurkan oleh para ahli bangunan. Rumah mesti berdiri dengan bentuk yang simetris dan sederhana. Tanpa aksen yang berlebihan.

Dan bukan tanpa alasan sama sekali. Bentuk simetris membantu memperkokoh struktur secara menyeluruh. Mampu pula untuk menyebarkan gaya gempa dengan merata. Tepatnya mengurangi gaya torsi pada material-material rumah.

Hasilnya, ketika gempa terjadi, getaran tidak berputar-putar di konstruksi rumah. Namun dikembalikan lagi ke dalam tanah dan fondasi.

Bahan bangunan yang akan dipakai

Disarankan pula bagi pemilik rumah untuk memilih bahan bangunan yang baik dan benar. Yakni meminimalisir bahan bangunan yang bisa menambah beban pada material rumah saat gempa terjadi.

Misalnya saja mengganti atap konvensional berbahan genting dengan baja ringan. Dinding dari batu bata bisa dialihkan ke bata ringan. Pastikan setiap komponen terikat satu sama lain. Sehingga selain semakin memperkuat konstruksi, juga dapat bekerja sama menyebarkan beban bangunan dengan merata.

Perawatan

Setelah berdiri tegak, rumah juga perlu perawatan. Bertujuan untuk memberikan garansi keamanan terhadap diri sendiri dan keluarga. Terutama setelah ada insiden banjir atau longsor. Cek secara berkala bagian penguatan balok dan kolom, dinding, atap, ada kebocoran, serta lokasi pipa juga kabel. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments