01

Menuntaskan Pekerjaan yang Dibenci

Adakalanya kita berada dalam pekerjaan yang tidak diharapkan. Merasa terjebak dan berat hati menuntaskan pekerjaan sampai selesai. Padahal mau tidak mau, tugas mesti beres sesuai dengan ketentuan.

Lalu mengapa seseorang bisa membenci pekerjaan yang dimiliki? Banyak faktor penyebabnya. Antara lain ekspektasi yang berasal dari dirinya berbeda jauh dengan kenyataan. Selama di bangku sekolah dia mengimpikan profesi tertentu, nyatanya yang didapat tidak sesuai harapan. Atasan dan rekan-rekan satu kantor tidak bersahabat. Kurangnya apresiasi dan kesempatan berdaya. Serta nilai upah yang tidak seimbang dengan jerih payah selama ini.

Awalnya satu faktor dapat diterima. Namun seiring dengan berjalannya waktu, faktor-faktor lainnya mulai datang dan bergumul jadi satu. Membentuk rasa tak suka, bahkan benci, pada tugas di depan mata. Hasilnya, pekerjaan harus dilakoni dengan setengah hati. Tidak jarang terdengar kata umpatan dan gesekan dengan rekan-rekan kerja.

Karena memang harus dituntaskan dan diri ini tak bisa menghindar, maka coba ubah sudut pandang Anda. Paksa diri untuk lebih lunak, menerima, dan berbalik pelan-pelan mencintai. Bukan sebatas urusan perwujudan tanggung jawab, tetapi juga guna menjaga kesehatan mental dan jiwa.

Ingat komitmen dan ikatan kontrak

Ingat-ingat kembali komitmen yang telah terjalin. Begitu pula ikatan kontrak yang tertera tanda tangan Anda. Komitmen dan tanda tangan yang Anda berikan dengan kesadaran diri sepenuhnya. Jadi sudah selayaknya pula Anda sepenuh hati menuntaskan beban pekerjaan yang sudah digariskan bersama.

Jangan ratapi, tapi syukuri

Saat meratap, umumnya seseorang menganggap apa yang tak disuka sebagai ujian atau cobaan. Padahal  jika mau sedikit saja berpikir ulang, ujian itu sebenarnya adalah tantangan. Bahkan berkah yang perlu dicintai dan disyukuri.

Mari bayangkan sejenak saja. Anda sudah memiliki pekerjaan, walau banyak hal-hal di dalamnya yang tak disenangi. Sedang di luar sana masih banyak yang mencari kerja dengan susah payah. Karenanya, coba terima dengan lapang dada dan mulai kerjakan tugas-tugas dengan hati damai.  

Ingat kompensasi yang akan diperoleh

Pikirkan kompensasi yang sudah menanti. Gaji di akhir bulan berikut bonusnya. Bonus yang kadang lebih besar dari gaji bila Anda bisa menyelesaikan tepat waktu dan melebihi target. Bonus yang barangkali bisa digunakan untuk pergi berlibur dengan keluarga tercinta.

Lakukan jeda sebentar

Ambil jeda sebentar jika sekiranya diperlukan. Sebagai pelarian atas semua perasaan negatif yang sedang bersemayam. Anda bisa mengambil cuti satu hari, kongkow bersama teman, pulang ke kampung halaman dan berkeluh kesah pada orang tua, dan sebagainya. Mengisi jeda dengan aktivitas yang Anda suka akan mengembalikan semangat dan energi positif ke dalam diri.

Kepuasan batin setelah tuntas

Renungkan kepuasaan batin yang hanya bisa dirasakan saat Anda lulus menyelesaikan semuanya. Hari-hari berat, lembur setiap jam pulang kantor, pikiran yang menguras energi telah dilalui. Kini, rasa puas bisa dirasakan. Bebas lega dapat menyelesaikan target pekerjaan, puas telah memenuhi komitmen, dan lega tidak lari dari tanggung jawab. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments