26

Menyapih Cerdas ala Ibu Bijak

Ada pertemuan pasti ada perpisahan. Begitu pula untuk menyudahi masa penyusuan. Anak perlu dilatih menggunakan cara sehat berpisah dengan ASI.

Penentuan waktu perpisahan tergantung dari kenyamanan masing-masing. Umumnya setelah melewati masa ASI eksklusif atau menginjak dua tahun. Orang tua juga dapat melihat tanda-tanda tertentu bahwa anaknya sudah siap disapih.

Mulai dari bayi sudah dapat duduk tegak dalam waktu cukup lama dan membuka mulut karena tertarik melihat orang lain makan. Koordinasi mata dengan tangan dan mulut juga telah bekerja baik. Di mana tidak ada kesusahan mengambil barang atau makanan, lalu memasukkannya ke dalam mulut. Sedang dari berat badan, bobotnya sudah mencapai dua kali lipat dibanding saat dia lahir.

Tetapi tunda dulu agenda menyapih ketika anak berada dalam kondisi tidak menguntungkan. Misalnya anak berisiko alergi jika mendapat asupan selain ASI. Tunggu sampai anak sehat atau tidak sedang tumbuh gigi. Karena hanya akan membuat rumit urusan pemisahan ini. Hindari pula saat terjadi perubahan besar pada anak. Umpamanya sedang pindah rumah.

Selama prosesnya, anak membutuhkan suasana yang tenang dan stabil. Diiringi dengan niat yang sungguh-sungguh dari orang tua agar tujuan semula bisa tercapai.

Mengurangi jam menyusu

Pelan tapi pasti, kurangi jam menyusu. Dari yang biasanya bisa setiap saat, kini hanya menjelang tidur saja. Durasi waktunya pun tak lagi lama, cukup beberapa menit saja. Lalu, berikan hanya sebelum tidur malam. Proses ini bisa berjalan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Di tiap-tiap tahap, pasang waktu yang berlaku. Begitu waktu habis, lanjutkan ke tahap berikutnya.

Tidak di siang hari

Agar semakin cepat namun efektif, jangan berikan ASI di siang hari. Selama beraktivitas seharian, alihkan perhatian si kecil pada yang lain. Contohnya dengan mengajaknya bermain di luar rumah, atau kegiatan yang lain. Sekaligus melatih anak mengurangi porsi ASI yang masuk ke tubuh dan intensitas kebiasan mengisap payudara.

Memberi minuman pengganti

Berikan minuman dan makanan pengganti. Tentunya tetap memenuhi syarat gizi bagi tumbuh kembangnya. Tidak memberikannya secara sembarangan, hanya untuk membuatnya senang dan cepat-cepat melupakan ASI. Seperti permen, makanan yang manis-manis, dan banyak mengandung bahan pengawet. Penggantian ini sifatnya untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang tidak lagi disuplai oleh ASI.

Membuat kesepakatan

Sebelum memulai, buat kesepakatan dengannya. Sebutkan dengan jelas kapan waktu dimulainya. Utarakan jauh-jauh hari dengan kalimat yang positif dan bernada gembira. Misalnya, “sesudah adek tiup lilin di ulang tahun kedua, adek tidak boleh menyusu lagi ya.” Begitu hari yang dinanti tiba, laksanakan dengan penuh sukacita. Hindari mengancam atau meninggalkan kesan yang tak enak didengar.

Siapkan mental Anda

Drama akan ada. Jadi pasang mental Anda sekuat mungkin. Anak tidak akan mau menyerah begitu saja agar tetap mendapat ASI. Anda pun harus berkomitmen tetap menyapih dan tega. Siapkan mental juga, karena saat prosesnya berhasil dilalui, orang tua sering merasa terharu melihat anak-anaknya sudah semakin dewasa. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments