25

Jangan Ada Orang Ketiga di Antara Kita

Orang ketiga selalu jadi musuh nyata dalam hubungan. Bahkan dalam sebuah hubungan yang telah lama terjalin. Anda atau pasangan bisa mendadak berpisah. Cegah sejak dini, karena memang tak perlu ada orang ketiga di antara kita.

Caranya bukan membatasi gerak pasangan. Bukan pula dengan memasang tembok benteng yang tebal. Atau selalu curiga dan mengintai ketika orang-orang baru ingin mengajak berkenalan. Melainkan yang perlu Anda dan pasangan lakukan adalah penguatan internal hubungan Anda sendiri.

Saling menguatkan kala berada dekat maupun saat berjauhan. Ada interaksi dan komunikasi yang hangat. Jujur tanpa menyisakan rahasia atau rasa sembunyi-sembunyi. Namun di sisi lain, juga menanam kepercayaan bahwa masing-masing saling setia, ingin mengisi waktu sekarang dan seterusnya bersama-sama. Tidak ada orang lain yang bisa menggantikan posisi, karena memang yang dibutuhkan adalah kebersamaan sepenuhnya dengan Anda.

Saling memberi dan mengasihi

Warnai hubungan dengan saling memberi dan mengasihi. Anda dan dia punya peran yang berbeda, namun tetap setara. Tidak lelah saling membantu menyelesaikan pekerjaan, memberikan dukungan, memberikan kejutan atau hadiah, dan berterima kasih atas semua yang telah diberikan. Guna menguatkan arti dan tujuan hubungan selama ini.

Tiap orang punya kelebihan dan kelemahan

Tak perlu membanding-bandingan pasangan dengan orang lain. Terutama orang yang terindikasi kuat bisa menjadi orang ketiga. Sebab tiap orang memiliki kelebihan dan kelemahan yang berbeda. Hargai apa yang telah diperjuangan pasangan untuk Anda. Fisik, tenaga, finansial, waktu, dan lainnya. Belum tentu Anda akan mendapat hal yang sama jika memilih berbalik arah demi hidup bersama orang lain. Walau dari luar, orang tersebut selalu tampak lebih unggul dari pasangan yang sekarang.

Mengungkapkan keinginan

Ini seringkali terjadi dalam menjalin hubungan hingga memicu konflik. Kita sering lupa menyampaikan keinginan dalam lisan. Lalu menganggap pasangan mengerti dengan sendiri kemauan kita. Saat maksud tidak tersampaikan dan pasangan dianggap tidak mau tahu, cuek, tidak peduli, Anda lari ke pihak yang bisa lebih mengerti. Tepatnya dianggap memahami perasaan dan kebutuhan Anda.

Padahal, sederhananya Anda hanya perlu berbicara. Mengungkapkan keinginan, sekecil apapun bentuknya. Katakan padanya agar dia tahu apa yang Anda mau. Sehingga kebutuhan dan harapan bisa dipenuhi berdua. Tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga yang bisa merusak hubungan.

Menyelesaikan masalah dengan tuntas

Tuntaskan setiap masalah yang Anda berdua temui. Termasuk terus berkomitmen dengan jalan keluar yang dipilih atas tiap-tiap masalah. Jika masih ada yang mengganjal, bicarakan dengan kepala dingin. Ingat, setiap pembicaraan dilakukan untuk menemukan solusi. Bukan demi keunggulan diri dan buru-buru membubarkan diri.

Dia hanya menawarkan kesenangan semu

Boleh jadi dia memang cantik dan lebih tampan. Selalu enak diajak berbincang. Namun sadari bahwa kesenangan tersebut hanya semu. Tidak menyentuh level perjuangan hidup bersama, tidak membahas biaya sekolah dan kebutuhan rumah tangga, serta lainnya. Berbeda dengan yang terjadi dengan pasangan sendiri. Selalu terkesan berat, karena pada dasarnya demi kepentingan Anda berdua. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments