19

Agar Remaja Nyaman Jalan Bersama Orang Tua

Begitu menginjak masa remaja, umumnya anak-anak merasa malu jalan bersama orang tuanya. Pilihan beralih pada teman yang sebaya atau sepermainan. Singkirkan rasa malu dengan trik sederhana.

Biasanya rasa malu muncul karena anak remaja merasa tidak nyaman dengan orang tuanya sendiri. Rasa yang tidak bisa dipisahkan dari sifat bawaan orang tua, kata-kata yang sering diterima oleh anak, soal selera yang berbeda, adanya faktor dari ayah atau ibu yang tidak ingin diketahui orang lain, dan masih banyak lagi.

Bila rasa malu tidak segera dientaskan, lantas bukan berarti hubungan orang tua dan anak akan tetap baik-baik saja. Dalam jangka panjang, hubungan dapat merenggang. Anak lebih memutuskan mendekat pada teman sebagai pengisi hari senggang. Sedang interaksi orang tua bisa berhenti secara formalitas di rumah.

Dari rasa malu yang tidak terselesaikan, orang tua jadi tidak mempunyai kontrol untuk setiap acara jalan-jalan anaknya. Lalu pergaulan bebas dan narkoba menjadi ancaman yang nyata. Masa remaja yang seharusnya diisi dengan jalan-jalan yang menyenangkan, berubah menjadi mengerikan.

Kini, jangan tunda lagi. Segera baca dan kenali karakter anak saat Anda, orang tuanya, mengajaknya hangout bersama. Jika dia sering menolak tanpa disertai alasan yang jelas, jangan putus asa. Bantu dan yakinkan dia, bahwa orang tua bisa jadi partner yang menyenangkan untuk diajak jalan-jalan bersama.

Bangun kedekatan emosional

Membangun kedekatan emosional tidak bisa serta merta. Orang tua tak perlu menunggu sampai anak jadi remaja. Tapi lakukan sejak dia hadir dalam keluarga. Bangun kedekatan melalui interaksi dan komunikasi yang hangat setiap hari. Pupuk rasa saling memiliki dan bangga satu sama lain. Walau ada kekurangan atau aib yang mesti ditanggung. Namun ajarkan pada anak untuk menerima apa adanya. Bukan menutupi dan lari.

Buat jadwal teratur jalan bersama

Buat jadwal yang teratur untuk menghabiskan waktu di luar bersama. Seminggu sekali di hari sabtu, contohnya. Sekadar duduk di taman, berbelanja kebutuhan di supermarket, jogging pagi di akhir pekan, dan sebagainya. Dari jadwal yang rutin, anak remaja akan terbiasa jalan bersama orang tuanya.

Mulai dari ayah atau ibu

Tetapi ketika rasa malu sudah mendahului, orang tua bisa membuat alternatif jalan keluar. Misalnya jalan berdua dengan ayah atau ibunya. Tergantung anak lebih nyaman dengan siapa. Seperti anak lelaki yang mungkin lebih suka curhat pada ayahnya. Pelan-pelan mengikis rasa malu dan membangun rasa ingin jalan bersama kedua orang tua.

Jangan terlalu menggurui

Anak remaja tidak suka digurui. Pilih cara yang menyenangkan bila orang tua ingin menyatakan ketidaksukaan atau alasan di balik pilihan anak. Jadi anak tidak merasa rentan, sebaliknya tetap senang berada di dekat orang tuanya.

Biarkan dia menentukan pilihan lokasi

Biarkan anak yang menentukan pilihan lokasi, hargai, dan wujudkan keputusannya. Orang tua pun bisa mengetahui dunia seperti apa yang dia suka. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments