18

Damai Sentosa Bersama Saudara Ipar

Selain mertua, saudara ipar bisa menjadi sumber masalah dalam keluarga besar. Hubungan terasa kaku dan alakadarnya. Ciptakan relasi yang sehat dengan ipar, agar suasana berbalik menjadi damai sentosa.

Masalah yang terjadi dengan saudara ipar bisa bermacam-macam. Ipar sering terlihat manis sebelum pernikahan dilaksanakan. Namun begitu Anda menjadi anggota keluarganya, sifat aslinya mulai tampak. Kata-kata yang dilontarkan terasa sinis, mudah menghakimi, mencampuri hubungan Anda sebagai suami atau istri, merasa paling mengetahui kondisi anak, sering meminjam uang, dan sebagainya. Akibatnya perang dingin sering tidak terhindarkan.

Daripada saling memusuhi, lebih baik ambil inisiatif terlebih dulu. Sudahi peperangan dan jadikan dia mitra dalam keluarga. Kawan yang bisa diandalkan guna melewati susah dan senang bersama-sama. Interaksi dan komunikasi pun lebih hangat dan menyenangkan.

Sopan dalam perkataan dan perbuatan

Biasakan diri sendiri untuk berkata dan berlaku dengan sopan. Tidak spontan mengucap kata-kata yang tidak mengenakkan. Terutama saat saudara ipar berada dalam situasi yang kurang menguntungkan. Atau lebih memilih diam beserta sikap yang memberi empati. Dengan demikian saudara ipar lebih segan dan menganggap Anda sebagai pribadi yang baik untuk diajak berteman.

Tidak merendahkan atau membandingkan

Anda dan dia memang berbeda, tentu dalam banyak hal. Namun jangan sekali-kali memberikan perbandingan atau merendahkan pada apa yang dia miliki. Misalnya menyangkut kepemilikan materi atau nilai akademik anak masing-masing.

Bila memang Anda menganggap ada yang kurang darinya, berikan masukan. Utarakan dengan bahasa yang halus tanpa harus menggurui. Ipar pun tidak merasa rentan dengan kehadiran Anda dalam keluarga.

Minta saran dan pendapatnya

Agar hubungan makin mencair, sesekali minta saran dan pendapatnya. Anda dapat menanyakan opininya tentang kebiasaan suami, hal-hal yang disukai dan dibenci oleh mertua, tradisi keluarga besar di hari raya, dan masih banyak lagi. Jadi, ipar tidak merasa sebagai orang lain. Tapi idenya diperlukan dan diperhitungkan oleh Anda.

Tegas dalam hal tertentu

Namun Anda juga harus tegas demi kebaikan bersama. Menekankan padanya untuk tidak turut campur urusan internal keluarga kecil Anda. Urusan yang biasanya berhubungan dengan pola asuh anak, pekerjaan suami, kalkulasi finansial tiap bulan, tujuan liburan, dan lain-lain. Ipar boleh merasa paling dekat dan paling tahu dengan pasangan Anda, tapi ada batasan-batasan di mana dia cukup merasa saja. Tidak sampai jadi aktor yang paling menentukan keputusan dalam rumah tangga Anda.

Siap berkolaborasi

Ajak dia untuk siap berkolaborasi kapan saja. Bak mitra andal menangani event dalam keluarga besar. Seperti menyiapkan ulang tahun mertua, menyajikan hidangan hari raya bersama, dan saling membantu dalam menyambut kelahiran bayi.

Sesekali jalan bersama

Lalu jangan lupakan acara santai bersama. Sesekali sempatkan untuk jalan berdua. Berbelanja kebutuhan bulanan, hunting model baju terbaru, nonton film, atau minum kopi di kafe yang sedang nge-trend. Sambil jalan, buka obrolan yang ringan sebagai jalan saling mendekatkan diri. Dijamin, momen jalan berdua pasti segera ingin diulangi. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments