12

Poin Penting Mengenali Teman Anak

Dunia pergaulan anak akan terus berkembang seiring bertambahnya usia. Jangan sampai lepas tangan atau merasa asing. Orang tua perlu mengenali siapa saja teman-teman yang berada dalam lingkaran anak sendiri.

Minimal yang menjadi sahabat karib. Tapi lebih baik lagi teman-teman yang selama ini banyak melakukan interaksi bersama anak. Seperti teman-teman dalam satu kelas, satu klub kegiatan, teman-teman yang bersamaan mengambil les, sampai teman-teman sepermainan yang tinggal berdekatan.

Jangan lupakan juga teman-teman yang beredar di dunia mayanya. Satu aplikasi media sosial saja sudah memiliki ratusan bahkan ribuan teman. Intai interaksi yang terjalin secara pribadi dengan teman-teman tertentu. Terutama anak-anak remaja yang gemar menyimpan rahasia. Juga suka membuat kelompok atau geng dengan tujuan tertentu pula.

Lakukan dengan cara yang sehat. Bukan memantau pergerakan anak di dunia maya terus menerus. Melainkan Anda mengajaknya berbicara tentang aktivitas yang sering dilakukannya. Adakah teman yang menghubunginya dengan sembunyi-sembunyi?

Keterlibatan orang tua di sekolah juga akan sangat membantu. Selain turut menyukseskan program sekolah, serta merta orang tua juga akan berinteraksi dengan teman-teman anak. Tidak sekadar nama mereka, namun juga siapa orang tua, keluarga, dan latar belakangnya.

Mengenal karakter teman

Bukan sekadar nama, orang tua bisa menerima lebih banyak dari upaya mengenali. Menyangkut minat dan bakatnya, kepribadiannya, hobi, cara pandangnya, dan sebagainya. Di mana karakter yang dimiliki oleh teman juga berpengaruh besar dalam perkembangan tumbuh kembang anak sendiri.

Mengenal karakter anak sendiri

Orang tua juga dikenalkan atau makin mengenali karakter anak. Karakter yang mulai keluar saat dia bergaul dengan teman-temannya. Bisa pula dari dunia pergaulannya, orang tua mulai melihat karakter yang baru, yang selama ini belum pernah diperlihatkan sama sekali. Jika negatif, tentu pantauan orang tua ini akan sangat berguna. Yakni cepat memutuskan langkah antisipasi agar karakter anak tidak semakin memburuk.

Tahu harus menghubungi siapa

Ini poin penting yang tidak boleh dikesampingkan. Teman-teman anak adalah pihak yang perlu dikontak saat anak tidak bisa dihubungi. Orang tua juga bisa bertanya sumber masalah yang menimpa anak, dan sebagainya. Simpan beberapa nomor teman-teman terdekat, ketahui pula media sosial mereka. Apalagi saat anak tidak berada di dekat kita. Misalnya karena camping, tur ke luar kota, serta lainnnya.

Apa yang mereka suka

Orang tua juga akan dibawa pada alam anak remaja. Tepatnya apa yang mereka suka saat sedang bersama-sama, proyek sebagai karya dalam waktu terdekat, harapan yang ingin diraih, dan lain-lain. Positif atau negatif tentu orang tua lebih mudah mengetahui. Bukan mendadak dan harus ikut menanggung penyesalan.

Menyaring efek negatif pergaulan

Di sisi lain, orang tua jelas bisa menyaring efek negatif pergaulan anak-anak remaja. Terutama agar tidak mengarah pada narkoba, tawuran antar pelajar, seks bebas, bolos sekolah, atau sejenisnya. Tidak ada kata kecolongan karena orang tua sudah melakukan proteksi sejak awal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments