16

Merawat Kehidupan Berbangsa

Merawat kehidupan berbangsa bukanlah urusan mudah. Di usia menjelang 73 tahun ini, Indonesia dihadapkan dengan berbagai persoalan. Menjadi tanggung jawab bersama bagi kita mempertahankan dan meneguhkan eksistensinya.

Apalagi akhir-akhir ini kehidupan bernegara dirongrong oleh aneka gejolak. Kampanye politik yang terasa panas, perbedaan budaya dan kepercayaan semakin dibenturkan. Di ranah media sosial pun perang kata-kata sering kali tidak terhindarkan. Semua rangkaian yang berbalik membawa kerugian pada kita semua. Sekarang dan nanti.

Padahal bangsa ini mempunyai kekayaan yang berlimpah ruah. Dari sumber daya alam yang tiada habisnya, kualitas sumber daya manusia yang tidak kalah dengan negara lain, sampai kekayaan berupa kultur tanpa ada tandingannya.

Seharusnya perpaduan itu menjadi bahan pengisi kemerdekaan yang sempurna. Bukan dipertentangkan apalagi terus menerus diperdebatkan. Merawat kehidupan membutuhkan kesadaran dari tiap warga negaranya.

Toleransi

Bukan sekadar kata dan wacana, toleransi membutuhkan tindakan nyata. Dimulai dari penghargaan terhadap nilai-nilai keyakinan yang dianut oleh anggota keluarga, tetangga, teman, rekan kerja, hingga mereka yang berjauhan tinggal dengan kita. Tidak perlu membandingkan atau mencari kekurangan. Tetapi semakin menguatkan dan meneguhkan bahwa kita adalah satu bangsa dan negara.

Menjaga kearifan lokal

Teknologi dan informasi boleh terus berkembang. Namun kearifan lokal harus tetap dijaga. Terutama berkaitan dengan tata norma pergaulan, kelestarian sistem sosial, memperlakukan alam dan air, serta lainnya. Kearifan lokal diciptakan sebagai proses untuk menjaga keseimbangan dan identitas jati diri. Jika ditinggalkan, ruang hampa sebagai pedoman hidup akan lebih mendominasi di tiap langkah kita.

Patuh pada hukum

Tegakkan disiplin dengan patuh pada hukum. Memulai dari diri sendiri dan mengajarkan pada generasi lebih muda untuk tertib membuang sampah dan mematuhi rambu lalu lintas, misalnya. Menanamkan nilai-nilai kejujuran dan malu mengambil hak orang lain. Dengan menegakkan aturan hukum sama dengan menunjukkan eksistensi bangsa yang bermartabat. Akan disegani pula oleh dunia.

Cerdas membaca informasi

Cerdas membaca informasi di media. Saring kebenaran dan otentiknya sebelum Anda membagikan di linimasa. Pikirkan ulang apakah berita yang ditulis membawa manfaat atau justru akan memperkeruh suasana. Suasana damai juga perlu diciptakan di dunia maya. Usahakan tetap mengindahkan adab kesopanan dalam memberikan komentar atas status orang lain.

Kelestarian lingkungan

Kelestarian lingkungan tidak boleh ketinggalan. Di rumah, Anda bisa mengawali dengan langkah sederhana. Hemat air, mematikan piranti listrik yang tak dipakai, menghijaukan area hunian sekitar, dan lain-lain. Kurangi penggunaan plastik dan barang tak mudah diurai. Mulai dari sekarang, agar generasi nanti tetap menikmati negeri ini dengan nyaman.

Akrab dengan produk dalam negeri

Dukung perputaran perdagangan dalam negeri dengan membeli produk-produk lokal. Merasa senang dan bangga memakai hasil karya anak bangsa sendiri. Karya yang padat dengan corak asli, contohnya batik atau lainnya. Sekaligus membantu penyediaan ruang berkreasi dan berinovasi. Juga mengenalkan karya lokal supaya makin diminati warga asing. Di mana keuntungan akan berbalik kembali ke negara kita. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments