16

Filosofi di Balik Kemeriahan Imlek

Tahun baru selalu disambut meriah. Namun berbeda dengan tahun baru masehi, tahun baru dalam kalender Cina yang berdasarkan peredaran bulan, memiliki makna yang lebih dalam. Setiap aktivitas, bahkan hidangannya, punya nilai filosofi tersendiri.

Penyalaan kembang api pada malam tahun baru misalnya, bukan sekadar pesta pora, melainkan tradisi pengusiran makhluk jahat yang disebut “Nien.” Menurut legenda Cina, makhluk jahat tersebut muncul pada setiap akhir tahun, membunuh dan menyerang penduduk desa. Untuk mengusirnya, penduduk mengeluarkan suara-suara keras dan cahaya-cahaya terang.

Inilah beberapa filosofi dari tradisi-tradisi lain yang berhubungan dengan tahun baru Cina.

Amplop merah

Acara bagi-bagi angpao, atau hong bao dalam bahasa Mandarin, bukan sekadar bagi-bagi rezeki. Amplop merah yang berisi uang, dan diberikan kepada anak-anak atau orang dewasa yang belum menikah dan belum bekerja ini, memiliki makna harapan akan keberuntungan, rezeki, dan kebahagiaan yang melimpah.

Di dalamnya juga terselip doa, agar anak-anak yang mendapat amplop merah dapat selalu sehat dan berumur panjang. Pemberian angpau juga bermakna pentransferan energi baik, seperti kesejahteraan dari si pemberi ke penerima. Juga perlambang dari budaya tolong menolong.

Naga

Gambar dan bentuk naga kerap tampil dalam perayaan kebudayaan Cina, karena leluhur mereka beranggapan bahwa mereka merupakan keturunan dari makhluk mistis tersebut. Naga sendiri melambangkan kesejahteraan, keberuntungan, dan nasib baik. Biasanya, 15 hari setelah tahun baru Cina, banyak diselenggarakan pertunjukkan dancing dragon dan lion.

Jeruk

Buah ini mendapat tempat terhormat di meja makan saat perayaan imlek. Ini karena jeruk melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan status. Konon, beberapa jenis jeruk dalam bahasa Mandarin similar dengan kata kesejahteraan, emas, dan keberuntungan.

Kue keranjang

Kue yang dibuat dari tepung ketan ini memang memiliki tekstur yang lengket dan rasa yang manis. Kelengketan tersebut melambangkan harapan agar kerekatan hubungan keluarga selalu terjalin. Sedangkan rasa manis melambangkan kehidupan yang manis yang akan dijalani. Sebagai variasi, kue keranjang ada yang berisi biji-biji wijen. Biji-bijian tersebut dipercaya akan membawa keberuntungan.

Ikan bandeng utuh

Duri yang banyak pada ikan ini melambangkan kehidupan yang penuh tantangan. Orang yang memakan ikan ini harus sabar dan hati-hati dalam memilah durinya, sebelum menikmati daging bandeng yang gurih. Ini artinya, sebelum menikmati hidup, orang harus bekerja keras.

Makanan dalam sajian imlek selalu disajikan utuh, karena dalam filosofi Cina, keutuhan sangat penting. Ia melambangkan penyelesaian yang sempurna atau tuntas dalam pekerjaan maupun kehidupan. Keutuhan juga melambangkan berkah yang akan diterima dari awal hingga akhir tahun. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments