24

Membimbing Anak Mandi Sendiri

Mandi merupakan ritual harian yang telah dikenalkan pada anak sejak lahir. Aktivitas yang akan terus diulang sepanjang hayatnya. Di tahun-tahun pertamanya, wajar bila untuk mandi, anak dibantu oleh orang tua. Tetapi anak juga perlu dilatih untuk bisa mandiri, mandi sendiri.

Usia ideal untuk memberikan training mandi sendiri adalah di usia lima tahun. Membutuhkan waktu lama, sebab seringkali anak baru sempurna membilas diri di rentang usia delapan tahun. Meski banyak yang kurang dari delapan tahun sudah bisa benar-benar bersih.

Selama proses bimbingan, orang tua tidak hanya mengajarkan tentang kemandirian. Ada nilai-nilai yang tertanam dalam benak anak. Ialah kebersihan dirinya sendiri dan menjaga privasi yang menjadi haknya.

Yakin saja untuk melepas anak mandi sendiri. Tanpa latihan dari Anda, anak akan susah memahami proses mandi yang baik dan benar.

Kenalkan prosedurnya

Mengenalkan urutan dalam menjalani ritual mandi tak perlu menunggu hingga dia besar. Sejak membilasnya dalam bak mandi, terangkan apa kegunaan sabun, air, dan sebagainya. Mulailah dari kalimat sederhana tapi mudah diingat. Jelaskan urutan membasahi tubuh, mengusap sabun hingga tahap membilas harus terus diulang. Begitu pula mengenalkan kronologi keramas sampai semua busa hilang di bagian kepala.

Tunjukkan cara menggosokkan badan untuk mengusir kotoran. Bagian-bagian tubuh mana saja yang perlu diwaspadai sebagai tempat favorit daki dan kuman menempel. Termasuk cara membersihkan alat kelamin yang aman.

Fasilitas dan barang kesayangan

Pastikan kondisi kamar mandi bersih dan tidak licin. Terutama area lantai yang kerap basah bisa membuat kaki terpeleset. Bila menggunakan shower, posisikan gagangnya bisa diambil anak sendiri sehingga memudahkannya membilas diri. Atau Anda bisa menyediakan air di ember dalam jumlah yang cukup. Dekatkan sabun dan sampo yang biasa digunakan. Tak lupa sponge untuk membuat busa, yang sering mencuri perhatian anak-anak.

Agar tertarik mandi sendiri, Anda juga bisa melengkapi dengan mainan atau barang-barang yang disukai. Mainan plastik atau pistol air bisa menjadi opsi untuk meramaikan proses training. Mungkin dengan hadirnya barang-barang hiburan membuat aktivitas mandi  nampak tidak serius. Tetapi bila Anda mengenalkan aktivitas mandi dengan serius, anak lebih malas mengikuti. Sehingga acara mandi memang perlu dibuat fun.

Temani tapi hargai privasinya

Dampingi di masa-masa awal bimbingan. Bagaimanapun anak belum siap sepenuhnya ditinggal begitu saja. Sekaligus memastikan segalanya aman. Bila dirasa anak sudah siap atau anak memang menginginkan tak ditunggui lagi, segera berikan hak privasinya. Artinya anak sudah memiliki kesadaran untuk menyelesaikan tugasnya sendiri dan tanggung jawab. Selain itu, anak sudah mulai sadar akan nilai malu, hingga meminta pintu kamar mandi ditutup.

Apresiasi

Barangkali anak akan menghabiskan air yang berlebihan dan sabun yang lebih dari biasanya. Pahami bahwa anak perlu waktu untuk bisa mandi dengan baik. Sekali-kali tentu Anda dapat mengingatkan agar anak bisa tertib dalam pemakaian. Tapi dukungan yang tak pernah henti akan menyakinkan anak bisa mandi sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments