11

Teliti Sebelum Mengambil KPR

Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) menjadi jawaban bagi kita yang berdana cekak untuk mendapatkan hunian layak. Dengan cara diangsur, kunci sudah bisa dipegang. Meski persyaratannya cukup mudah, tetap ada hal-hal yang harus dipertimbangkan agar tidak salah langkah.

Kemudahan yang ditawarkan KPR saat ini tidak lain sebagai buah persaingan antar bank yang semakin ketat. Tidak cukup menjalin relasi dengan pihak pengembang, bank kerap melakukan kontak langsung dengan calon nasabah. Jangan mudah tergiur dengan segala iming-iming atau berbagai janji. Telisik lebih dulu dibalik sistem KPR yang ditawarkan.

Makin lengkap informasi yang Anda kumpulkan, makin mantap menentukan pilihan.

Rasio gaji dengan cicilan

Ukur kemampuan diri sendiri. Mengambil KPR berarti akan ada tambahan pos pengeluaran tiap bulan. Buat skema dan perhitungan yang pasti bahwa KPR sanggup tertutupi dengan upah yang kita punya. Pengajuan KPR sering disetujui pihak bank dengan kriteria keuangan kita yang sehat. Disamping ada penilaian yang lain, yaitu sepertiga dari gaji per bulan cukup untuk untuk membayar angsuran.

Angka plafon kredit

Biarpun di selebaran telah tercantum besarnya nilai cicilan, Anda bisa menanyakan ulang untuk mengetahui kepastian. Dengan harga rumah yang sama, angsuran tiap bulan bisa berbeda-beda. Tergantung dari kebijakan yang berlaku pada masing-masing bank. Ambil angka plafon yang secara rasio tidak akan mengganggu keuangan Anda. Bila bingung, minta saja bagian customer service tiap bank untuk menghitung, demi kenyamanan Anda nantinya.

Tarif suku bunga

Suku bunga menjadi pemicu naik turunnya angka plafon yang harus kita bayar. Tren saat ini menunjukkan suku bunga berjalan flat selama lima tahun. Selanjutnya suku bunga bisa berubah-ubah seiring dengan berbagai situasi yang sedang terjadi. Seperti kondisi ekonomi, politik, aturan bank sentral, dan lainnya. Situasi yang tidak menentu tersebut dapat membuat tagihan naik tak terkontrol. Tak aneh, bila kemudian suku bunga menjadi faktor pertimbangan utama yang memengaruhi seseorang mengambil KPR atau tidak.

Masa pinjaman

Masa pinjaman bisa berkisar dari minimal 5 tahun hingga maksimal 20 tahun. Umumnya, semakin lama waktu peminjaman, semakin ringan angsuran yang harus disetor. Pendek lamanya waktu peminjaman meninggalkan konsekuensi sendiri-sendiri. Makin cepat dilunasi, makin cepat merdeka dari cicilan. Namun, nilai cicilannya juga lebih besar. Begitu pula sebaliknya.

Ketentuan lunas dan denda

Telisik lebih dalam lagi bagaimana reaksi bank, bila suatu saat nanti Anda ingin melunasi seluruh biaya rumah meski belum jatuh tempo. Beberapa bank mengutip biaya tambahan pada kreditur saat dihadapkan pada kondisi pelunasan di luar ikatan perjanjian. Ada pula biaya yang dibebankan bila kita melakukan pelanggaran dan telat membayar tagihan.

Utang di bank

Satu lagi masalah yang sering dilupakan, yaitu utang kita di bank. Bila ingin pengajuan KPR lancar, tutup dulu segala utang yang Anda miliki. Sebelum menyetujui, bank akan menelusuri rekam jejak keuangan Anda yang tercatat di bank sentral. Meski nilai utang kecil, segera lunasi ketimbang Anda gagal meraih hunian idaman. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments