03

5 Cara Stop Kebiasaan Mengompol Anak

Wajar bila anak suka mengompol. Tapi seiring bertambahnya usia, kebiasaan ngompol harus dihentikan. Tak mudah, namun pasti bisa. Toh, manfaatnya untuk si anak itu sendiri.

Mengompol punya sebutan lain, yaitu Nocturnal Enuresis. Mengompol mempunyai kaitan erat dengan upaya mengkontrol kandung kemih. Perlu kerjasama antara otot, saraf, tulang belakang, dan otak agar kandung kemih bisa mengeluarkan isinya di saat yang tepat.

Mengompol bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Tiap anak juga mempunyai tingkat kesulitan berhenti mengompol yang berbeda. Tapi bila anak telah berusia lebih dari tujuh tahun namun tetap pipis saat tidur, orang tua perlu berkonsultasi dengan dokter. Sebab, mungkin ada indikasi lain terkait gangguan kesehatan pada anak.

Cari tahu penyebabnya

Ada banyak penyebab anak mengompol. Paling sering dipicu kebanyakan minum. Sedang yang lain bisa dihubungkan dengan faktor emosi dan psikisnya. Seperti stres, takut ke toilet di malam hari, takut membuka mata saat ruangan gelap, tidak pipis sebelum tidur, dan lainnya. Pintar-pintarlah mengenali penyebabnya agar lebih mudah menemukan jalan keluar.

Bahkan sebuah penelitian pernah membuktikan anak berhenti mengompol di umur yang sama seperti orang tuanya dulu saat masih kecil. Jadi, bila dulu Anda hingga besar tak berhenti mengompol juga, jangan heran kalau ditiru anak-anak saat ini.

Atur asupan cairannya

Yup, batasi cairan yang masuk ke dalam tubuhnya. Setidaknya 30 menit menjelang jam tidur adalah saat terakhir dia minum. Pastikan pula bahwa minuman yang diteguk dalam porsi yang cukup. Tidak berlebihan, sehingga membuat anak buang air bolak-balik, atau kurang sehingga anak kehausan.

Minimalisir minuman yang mengandung kafein seperti teh, minuman cokelat, susu, minuman instan, dan bersoda. Semua jenis minuman tersebut bila dikonsumsi akan cepat membuat kandung kemih penuh.

Pipis sebelum tidur

Biasakan melakukan ritual sebelum tidur. Yaitu gosok gigi, pipis, cuci tangan dan muka. Mulut dan wajah terasa segar. Dan yang terpenting, kandung kemih kosong dan anak bisa tidur dengan tenang.

Bangunkan saja dua atau empat jam setelah mata pertama kali terpejam. Tawarkan untuk ke pergi toilet dan anak bisa tidur lagi. Jika sudah terbiasa berbaring dengan celana yang tetap kering, niscaya anak akan terbangun dengan sendirinya bila ingin pipis.

Beri pelapis tambahan

Sediakan lapisan tambahan, letakkan di antara sprei dan tubuh anak. Misalnya perlak atau sprei anti air. Selain lebih memudahkan orang tua membersihkan bekas ompol, anak pun lebih aware dengan kondisi yang sedang dia hadapi. Tapi hindari diapers, sebab sama saja dengan mengizinkan anak pipis seterusnya kala tidur.

Motivasi ketimbang memarahi

Untuk dampak yang panjang, tak ada yang instan. Bersabarlah, semuanya membutuhkan proses. Temani anak ke toilet di malam hari. Nyalakan lampu sepanjang malam bila perlu untuk mengatasi rasa takutnya. Berikan pujian bila anak tidak mengompol dalam satu malam. Percayalah, anak lebih termotivasi dengan dukungan nyata dari orang tuanya daripada sekadar kata-kata yang tak enak didengar. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments