3012ut

Memanjakan Lidah di Warung Rawon Nguling

Untuk Anda yang akan pelesir ke Malang, jangan lupa untuk singgah sebentar di warung Rawon Nguling. Rawon memang masakan khas Jawa Timur, tapi bukan itu saja alasannya. Rawon Nguling pantas untuk dicoba karena rasanya yang segar dan empuknya daging di dalamnya.

Terletak di jalan Zainal Arifin, atau masyarakat Malang sering menyebut daerah Kidul Dalem. Tak jauh dari alun-alun Kota Malang dan pusat kota. Bila Anda ingin jalan kaki sambil menikmati suasana kota, sangat bisa.

Nama “Nguling” sebenarnya berasal dari nama sebuah desa di Probolinggo. Dirintis oleh Mbah Karyoredjo dengan mendirikan warung Lumajan, yang menjadi cikal bakal berdirinya Rumah Makan Rawon Nguling. Persis berdiri di sebelah timur jembatan perbatasan antara Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo. Nama Rawon Nguling sendiri telah mendapat hak paten tahun 2000 sebagai identitas. Hingga sekarang penggunaan nama Rawon Nguling telah banyak berkembang dan digunakan banyak tempat makan.

Jika ingin menyantapnya, hindari jam makan siang. Sejak buka dari jam tujuh hingga tutup jam empat sore, tak pernah sepi. Antrian sangat panjang, bisa-bisa Anda hanya berdiri menunggu sambil melihat orang makan. Tak enak kan?

Inilah yang banyak dikeluhkan banyak pengunjung. Luas warung yang tidak seberapa dan sedikitnya meja makan yang tersedia menjadi satu-satunya kekurangan dari warung ini.

Menu makan

Menu utama yang menjadi favorit adalah rawon tutup dengkul (tulang lutut sapi) dan rawon buntut. Satu porsi berukuran jumbo, sangat cukup untuk dihabiskan berempat. Dibanderol dengan harga 80 ribu. Namun, ada pula porsi lebih kecil, yang sepiringnya dihargai 40 ribu rupiah, sudah termasuk nasi. Rata-rata porsi yang dihidangkan cukup besar dan sangat mengenyangkan.

Rawon dan aneka lauk.

Ada pula menu gule kambing, lodeh, penyetan tahu tempe telur, nasi campur dan nasi bali telur. Untuk Anda yang tak terlalu suka dengan daging, tenang saja. Warung Rawon Nguling menyediakan pecel, sayur asem dan sup sayur, urap-urap, dan trancam dengan bumbu khas Jawa Timur.

Pelayan juga menyajikan tambahan aneka lauk yang bisa dinikmati. Seperti tempe goreng, tempe mendol, perkedel kentang, paru, babat, otak, dan limpa. Semuanya dihidangkan dengan bumbu yang sangat gurih, empuk, dan berhasil membuat ketagihan pengunjungnya. Hati-hati buat Anda yang mempunyai kolesterol dan darah tinggi.

Minuman

Ada makanan, ada minuman. Es dawet menjadi paling laris di pesan. Satu orang bisa menghabiskan dua gelas sekaligus. Resep rahasianya terletak pada bahan yang dipadukan, yaitu dawet yang kenyal, santan hasil langsung perasan dari kelapa, dan gula jawa murni. Di tambah es batu, rasanya makin menyegarkan tenggorokan.

Minuman lainya yang tak kalah menarik adalah es sinom, soda gembira, kopi jahe, kopi susu, es sirup, jahe panas. Tentu saja tetap tersedia es teh dan teh hangat seperti warung makan lainnya. Ada pula minuman kemasan botol yang bisa diambil sendiri oleh pengunjung. (LAF)

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Lies Afroniyati

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments