2712

Tak Terkontrol, Tapi Berpengaruh pada Pengasuhan

Menjadi sosok sempurna tentu menjadi dambaan orang tua. Melindungi dan mengendalikan situasi agar segalanya aman terkendali. Tapi ada begitu banyak hal di luar sana yang berpengaruh dan tak kuasa ditolak. Hal-hal tersebut bisa berpengaruh pada pola pengasuhan.

Ada beberapa faktor yang tak bisa kita kendalikan namun efeknya begitu kuat untuk anak dan keluarga. Orang tua perlu menyadari dan belajar menerima faktor luar yang tak terkontrol tersebut. Sekaligus berefleksi untuk menemukan strategi yang tepat dalam memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak.

Tetap optimis. Terima dan kenali bahwa masalah yang dihadapi tiap keluarga berbeda-beda. Begitu pula dengan keunikan karakter anak yang satu dengan yang lainnya.

Pola asuh di masa lalu

Ada nilai-nilai dan gaya mengasuh yang diwariskan. Menjadi tradisi dan kebiasaan. Mungkin orang tua sudah mengenali mana yang benar dan bagian yang salah, sehingga tidak dilakukan ketika mereka mengasuh anak. Misalnya, kebiasaan untuk tidak membentak, memukul, berbohong, tidak mau mengakui kesalahan pada anak. Sebabnya ada semacam “balas dendam masa lalu” yang terus menghantui dalam aktivitas sehari-hari dalam hubungan keluarga.

Perlu langkah konkrit untuk meneruskan warisan nilai-nilai yang dianggap penting, dan menghentikan segala sikap dan lisan yang merugikan. Saling mengingatkan dan saling menghargai antara orang tua dan anak menjadi kuncinya. Di samping sama-sama mau terbuka satu sama lain.

Beda temperamen

Masing-masing anggota keluarga mempunyai temperamen bawaan. Kombinasi temperamen ayah dan ibu yang berbeda, karena latar belakang keluarga yang berbeda, juga berpengaruh nyata pada temperamen anak. Meski sesama saudara kandung, belum tentu temperamen yang dihasilkan sama. Keunikan yang berbeda-beda tersebut membentuk relasi keluarga tersendiri.

Tentu memaksa dan mengubah anak sesuai kemauan orang tua bukanlah tindakan bijak. Orang tua dan anak harus saling memahami dan menerima bahwa ada yang beda dalam diri tiap orang. Hal yang bisa dilakukan adalah kompromi.

Bentuk relasi dengan dunia luar

Sepulang sekolah atau main, mendadak anak jadi berbicara kasar. Menirukan teman-teman sebaya di luar sana. Mulai coba-coba gaya baju atau dandanan rambut yang agak asing bagi keluarga. Mungkin pola asuh kakek nenek yang membawa warna-warni baru.

Banyak hal yang telah ditangkal jauh-jauh hari, nyatanya masih bisa masuk dengan mudah ke dalam rumah. Perkuat nilai-nilai yang berlaku dalam keluarga Anda dan jalani dengan konsisten. Sekali orang tua dan anak melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan, pengaruh dari luar akan lebih kuat mendominasi.

Perkembangan zaman

Perkembangan zaman tak bisa dihindari. Kecanggihan teknologi dari hari ke hari membentuk interaksi yang baru. Semakin memudahkan tapi juga menimbulkan ancaman. Orang tua perlu belajar dan tak anti pada berbagai perangkat dan aplikasi. Tujuannya bukan saja melek teknologi, tapi juga untuk mengendalikan hal-hal berbahaya yang bisa memengaruhi masa pertumbuhan anak. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments