2012

Membuat Bermain Jadi Berkualitas

Bermain tak bisa lepas dari dunia anak-anak. Lewat bermain, anak bisa banyak belajar juga bergembira. Bermain pun bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menyisipkan pesan dan nilai-nilai tertentu. Maka, hadirkan permainan yang berkualitas di rumah.

Sebuah gerakan Keluarga Kita, yang diasuh pakar pendidikan Najeela Shihab, menjelaskan, melalui bermain, anak mengembangkan berbagai aspek positif dalam masa tumbuh kembangnya. Terutama bila permainan dilakukan bersama anggota keluarga lain. Kebersamaan tersebut akan semakin mempererat hubungan dan komunikasi keduanya. Karena itu, gunakan waktu bermain sebaik mungkin.

Sesekali selipkan humor guna mengimbangi ketegangan selama permainan. Berikut yang bisa dilakukan agar permainan meninggalkan memori yang berarti.

Kemauan anak

Saat bermain, berikan kesempatan pada anak untuk memilih permainan. Hargai pilihannya dan jalani prosesnya dengan suka cita. Biarkan anak yang memimpin dan orang tua (atau anggota keluarga lain) mengikutinya. Anak akan merasa lebih dihargai dan dianggap penting atas peran yang sedang dilakoni.

Kontak fisik

Ada benarnya bahwa kotor itu baik. Misalnya bermain di ruangan terbuka yang berhadapan langsung dengan tanah, lumpur, noda, pepohonan, dan lainnya. Tiba-tiba jatuh dan baju jadi kotor. Tak perlu panik dan langsung memberikan pertolongan. Boleh jadi anak menangis, tapi dia akan belajar mengendalikan gerak tubuh dan emosi terhadap situasi yang sedang dihadapi.

Membaca dan bercerita

Membaca bukan terbatas pada melek aksara, tapi lebih pada penangkapan maksud dari kata-kata. Oleh karena itu, saat membaca usahakan aktivitas lain ikut mengiringi. Dengan begitu anak dapat meraih makna dan mengembangkan suatu imajinasi. Berikan panggung untuk anak menceritakan kembali buku yang telah dibaca. Dengan bercerita, orang tua akan mengetahui memori yang direkam dan narasi yang dibangun anak. Diskusikan hasil penceritaan dan tentu saja beri apresiasi. Bila anak mengajukan pertanyaan terhadap isu tertentu, jawab semampu Anda.

Memerankan tokoh

Layaknya pemain teater, anak-anak sangat senang berpura-pura memerankan tokoh yang diidolakan. Contohnya tokoh superhero atau princess sangat laris diminati. Lewat peran, anak berusaha memahami karakter masing-masing tokoh beserta atribut yang menyertai. Anak membuat perspektif tertentu terhadap objek yang diamati, termasuk orang tua dan keluarga besarnya. Cobalah untuk berganti peran dan ambil situasi unik. Lihat baik-baik bagaimana anak memberikan respon atau tanggapan. Sekaligus menjadi kesempatan langka, bila ternyata ada respon tak terduga yang menjadi petunjuk bahwa ada yang salah dalam pola pengasuhan selama ini.

Sportif  

Ajak anak keluar dari zona nyaman. Libatkan anak sepenuhnya dalam permainan yang membutuhkan persaingan dan tantangan. Permainan catur, adu ketangkasan, atau permainan tradisional bisa menjadi pilihan. Sesaat, biarkan anak merasakan emosi kala menang atau kalah, berhasil atau gagal. Melewati semua proses permainan dari awal hingga akhir. Namun, tetap bimbing agar anak senantiasa berada dalam koridor kejujuran, mengakui, dan menghargai lawan main yang lebih unggul. Bagaimanapun, kompetisi dibutuhkan untuk melatih mental dan daya saing anak itu sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments