1312

Mengukur Kuantitas Waktu untuk Keluarga

Karena berbagai alasan, kadang waktu orang tua untuk bersama anak sangat terbatas. Bahkan mungkin sehari-hari hanya bertemu saat malam. Dampaknya, tidak ada interaksi yang bermakna dan bonding yang kuat dalam sebuah keluarga. Penting bagi orang tua untuk berefleksi. Apakah waktu yang dimiliki sudah diprioritaskan untuk keluarga atau masih kurang?

Intensitas pertemuan orang tua dan anak harus dibarengi dengan kualitas interaksi yang sehat. Sebab belum tentu saat anak dan orang tua menghabiskan waktu bersama, kedua pihak saling bercengkerama atau respek satu sama lain. Bisa saja anak dan orang tua sama-sama duduk di sofa, tapi perhatian keduanya hanya tertuju pada ponsel masing-masing. Tiada sapaan atau keinginan untuk membicarakan masalah yang sedang dialami.

Berikut beberapa pertanyaan yang bisa membantu Anda untuk meninjau kembali kuantitas waktu bersama keluarga. Sudah cukup, atau masih sangat kurang.

Kegiatan apa yang dianggap penting?

Jawab dalam angan Anda, aktivitas apa yang paling penting dalam keluarga? Tiap aktivitas tentu mempunyai arti dan nilai yang penting. Anda hanya perlu menyesuaikan agar bobotnya imbang. Tak masalah bekerja seharian demi nafkah, tapi sediakan yang cukup untuk keluarga.

Berapa lama waktu yang tersisa?

Setelah pekerjaan lunas terselesaikan, sedikit atau banyak Anda akan punya jeda atau sisa waktu. Ingat-ingat kembali, dari sekian waktu luang tersebut mayoritas diisi dengan kegiatan apa. Ibaratnya bila bisa ditimbang, bayangkan berat antara kepentingan keluarga dan non keluarga. Jika sekiranya timbangan lebih berat pada non keluarga, menandakan Anda harus lebih intens lagi hadir untuk anak.

Berapa lama waktu yang sengaja dihabiskan bersama anak?

Yup, berapa lama waktu yang sengaja Anda habiskan bersama anak? Apakah Anda mempunyai jadwal khusus sehari-hari atau tiap akhir pekan saja? Tak perlu dibuat rumit. Sarapan bersama tiap pagi selama 15 menit, menelpon di tengah hari untuk menanyakan kabar belajar di sekolah, atau menyempatkan makan malam bisa jadi ajang yang sehat dan menyenangkan. Orang tua bisa mengenal anaknya, dan anak tak asing dengan orang tuanya.

Berapa lama sibuk dengan dunia digital?

Sudah menjadi pemandangan jamak saat ini, orang tak bisa terpisah dari gawai. Posisi anak dan urusan rumah tangga bisa tersisih oleh konten aplikasi dalam ponsel. Mungkin saja, Anda hanya menjalin kontak dan mengawasi anak lewat dunia maya. Padahal interaksi langsung tetap dibutuhkan guna tahap pertumbuhannya.

Berapa banyak waktu untuk kegiatan lain?

Sembari fokus pada kepentingan anak, hitung berapa porsi waktu yang Anda curahkan untuk urusan lain? Untuk memikirkan keluarga besar, membantu teman, menyelesaikan pekerjaan secara profesional, melakoni hobi, dan me time. Apakah pertanyaan ini penting dalam pola pengasuhan? Ya, sebab secara keseluruhan apa yang Anda kerjakan juga berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Jadi pintar-pintarlah berbagi peran dan berikan contoh positif untuk keluarga. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments