0612

Aturan Main Gadget untuk Anak

Gadget atau gawai sudah begitu melekat dalam kehidupan sehari-hari. Kian hari anak-anak juga telah menjadi ‘pelanggan’ setia. Penggunaan yang berlebihan tentu mengundang dampak negatif. Karena itu perlu aturan main yang tepat dan efektif.

American Association of Pediatrics melansir temuan bahwa setidaknya anak-anak menghabiskan waktu tujuh jam sehari di depan televisi, gawai, komputer dan peranti elektronik lainnya. Akibatnya, anak akan menanggung masalah seperti susah konsentrasi, lemah ingatan, sulit belajar dengan tenang, mengalami gangguan tidur dan makan, obesitas, hingga menunjukkan perilaku yang berisiko. Bila sudah demikian, orang tua juga ikut merasakan dampak yang tak sehat tersebut.

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Pertimbangkan masak-masak sebelum menginjinkan anak mengakses gawai.

Bukan konsumsi utama

Dunia anak memang harus diisi dengan permainan dan hiburan. Tapi banyak alternatif selain gawai sebagai sumber hiburan. Menikmati udara sore di taman atau bermain di area terbuka salah satu contohnya. Kenalkan sebanyak mungkin berbagai opsi daripada anak hanya duduk diam dan membisu menatap monitor. Nikmati kehadiran gawai sebagai alat bantu melengkapi informasi yang dibutuhkan. Bukan pengganti peran satu sama lain sebagai anggota keluarga.

Milik orang tua

Anak dapat memiliki gawai sendiri bila sudah cukup umur. Langkah antisipasi ini untuk mengikis efek negatif. Dengan menjadi milik pribadi, anak akan bebas mengakses dimana saja dan kapan saja, tanpa batas, serta tak kenal waktu. Terapkan aturan pinjam meminjam. Anak dapat menggunakan ponsel orang tua, misalnya. Ada batasan dan orang tua tahu rekam jejak digital yang diakses anak selama berselancar di dunia maya.

Batasan waktu

Buat aturan bersama berapa lama gawai aktif secara terus menerus. Misalnya hanya dua jam sehari, dan boleh ditambah beberapa menit di akhir pekan. Tidak hanya berlaku untuk anak, tapi orang tua juga harus mematuhi. Sebab anak membutuhkan role model paling nyata, yaitu orang tuanya. Kondisi bisa tidak ideal jika hanya anak dibatasi, sedang orang tua tetap bebas bergawai ria dengan alasan menyelesaikan pekerjaan. Justru anak akan menganggap sepele dan secara diam-diam melakukan pelanggaran.

Zona bebas gawai

Aturan juga harus melingkupi kawasan mana saja yang steril dari gawai. Sebut saja kamar tidur dan meja makan. Anak hanya boleh bermain online di ruang keluarga bersama orang tua. Bebas dari gawai juga perlu diterapkan saat anak sedang menjalin kontak langsung dengan orang lain. Terutama saat berbincang dengan anggota keluarga, bermain bersama teman atau menjamu tamu saat berkunjung. Ingat, gawai bisa menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Beri filter dan pengertian

Masukkan kata kunci untuk aplikasi tertentu agar anak perlu izin orang tua sebelum membukanya. Masukkan kata kunci guna menyaring video atau iklan yang berkonten dewasa supaya tak seenaknya muncul begitu saja. Berikan penjelasan bahwa ada saatnya nanti untuk anak menonton hal-hal yang dianggap tidak pantas untuk usianya saat ini. Sebab paparan video yang bukan konsumsi anak, membuat masa tumbuh kembangnya tidak optimal. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments