0411

Untung Rugi Menempuh Studi di Sekolah Asrama

Sekolah berasrama banyak bermunculan dengan konsep yang lebih modern. Kualitasnya pun cukup bagus, sebut saja Sekolah Taruna Nusantara di Magelang, International Islamic Boarding School Bekasi, dan masih banyak lagi. Meski untuk masuk ke sekolah tersebut seleksinya cukup ketat, dan harganya juga tak murah, namun sekolah-sekolah berasrama itu tak pernah sepi peminat.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sekolah berasrama punya nilai tambah. Sekolah asrama memang punya keunikan dibanding sekolah biasa. Umumnya sekolah tersebut menuntut tingkat kedisiplinan yang tinggi dari siswa.

Banyak alasan yang mendasari orang tua mengirim anaknya ke sekolah asrama. Sibuk, merasa tidak cakap membantu proses belajar, agar anak lebih fokus belajar, agar tidak terkontaminasi pergaulan bebas, atau agar anak belajar mandiri adalah beberapa diantaranya.

Ketahui kelebihan dan kekurangan sekolah berasrama sebelum mendaftarkan anak. Terutama dan yang terpenting, pastikan masuk sekolah asrama merupakan keinginan anak.

Berbagi dan toleransi

Di sekolah asrama anak-anak dengan beragam latar belakang berkumpul jadi satu. Secara tak sadar mereka akan belajar untuk saling berbagi, mengerti, dan respek terhadap perbedaan. Mereka pun belajar untuk mudah beradaptasi dengan berbagai suasana.

Disiplin dan fokus

Disiplin menjadi karakter yang kuat bagi anak-anak yang tinggal di asrama. Tak lain karena jadwal waktu sekolah berasrama biasanya cukup ketat. Dari bangun tidur hingga tidur kembali di malam hari. Istirahat dan hari libur pun ditentukan dengan kegiatan yang positif. Hasilnya, anak lebih mudah mematuhi aturan yang telah dibuat. Kesadaran diri untuk memenuhi kewajiban dan tugasnya juga lebih mudah dibentuk.

Anak-anak di asrama juga lebih konsentrasi dan serius dalam belajar. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk pendalaman materi, eksplorasi temuan-temuan baru, dan daya kreativitas yang berguna. Tak mengherankan bila masa belajar selesai tepat waktu disertai dengan prestasi-prestasi yang gemilang.

Jauh dari rumah

Sudah pasti anak akan jauh dari orang tua dan anggota keluarga lain. Hanya musim libur atau di akhir pekan bisa bertatap muka. Anak dan orang tua harus menahan perasaan rindu untuk bercengkerama dan menghabiskan waktu bersama. Karenanya, isi dengan aktivitas yang menyenangkan dan bangun bonding satu sama lain. Luangkan waktu sefleksibel mungkin untuk menghindari rasa dibuang dari rumah pada diri anak.

Kurang gaul

Tak jarang anak asrama juga mendapat julukan kurang gaul. Sebabnya antara lain karena minimnya ruang gerak untuk bergaul, kelompok bermain yang homogen, akses hiburan yang terbatas, dan dibarengi dengan tertutupnya informasi tentang perkembangan di luar dunia asrama. Predikat kurang gaul tersebut harus mendapat perhatian serius dari sekolah, agar kelak anak saat lulus sudah siap berkompetisi dan cukup familier dengan segala perubahan dunia. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments