0311

Waspadai Penyakit Menular Saat Melancong ke Negeri Orang

Liburan akhir tahun semakin dekat. Menikmati waktu santai di luar negeri tentu menyenangkan. Agar liburan tetap lancar dan tak ada hambatan, jagalah kesehatan sejak sebelum berangkat. Di antaranya dengan melakukan vaksin untuk penyakit tertentu yang kerap menjadi epidemi di negara tujuan.

Jangan anggap remeh penyakit yang ada di negara lain. Sebagian negara masih menyimpan epidemi yang kapan saja bisa menjadi bom waktu. Karena itu penting bagi Anda untuk mendapatkan vaksin sebelum berangkat. Vaksin yang disuntikkan bersifat sebagai pencegahan. Sekalipun nanti ada virus yang menempel, tubuh lebih siap menghadapi dan tetap fit saat kembali dari liburan.

Tengok penyakit apa saja yang paling sering mengintai selama perjalanan, berikut vaksin yang mesti didapatkan.

Influenza

Flu memang termasuk penyakit ringan yang dapat sembuh sendiri saat kita di Indonesia. Namun lain ceritanya bila Anda bepergian ke negara yang sedang mengalami musim dingin. Flu bisa berubah menjadi penyakit fatal. Media penularan paling banyak berasal dari udara dan bersentuhan langsung seperti jabat dengan benda yang mengandung virus flu. Vaksin flu bisa diinjeksikan guna mencegah virus flu berkembang.

Tifus (Tifoid)

Asia menduduki negara dengan epidemi tifus tertinggi. Selain itu, tifus juga masih merajalela di kawasan Karibia, Afrika, dan Amerika Selatan. Minuman dan makanan yang tercemar bakteri tifus adalah penyebabnya. Karena itu, sebaiknya jangan abaikan kebersihan bila ingin mencoba jajanan lokal, apalagi jajanan yang dijual di pinggir jalan. Lindungi diri dengan vaksinasi oral, yaitu vivotif.

Meningitis

Vaksin meningitis menjadi tenar kala musim haji tiba. Para jemaah mendapat suntikan yaitu vaksin meningokokus polisakarida dan meningococcal conjugate. Vaksin ini disuntikkan agar tubuh bisa lebih kuat melawan bakteri yang menyerang selaput pelindung saraf otak dan tulang belakang. Bukan hanya saat berkunjung ke Arab saja, vaksin meningitis juga dibutuhkan bila Anda mau ke Afrika.

Yellow Fever

Yellow fever atau demam kuning adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Media penyebarannya mirip demam berdarah, yaitu melalui gigitan nyamuk. Hampir semua negara di Amerika Latin dan sebagian Afrika akrab dengan penyakit satu ini. Bukan demam biasa, sebab itu WHO sangat menganjurkan siapapun yang masuk ke negara-negara tersebut mendapatkan vaksin. Sertifikat juga diberikan bagi mereka yang telah divaksin dan berlaku selama 10 tahun. Bila sertifikat kadaluwarsa, turis perlu diperiksa ulang agar tidak membawa bibit virus ke negara lain.

Hepatitis A

Hepatitis A membuat hati seseorang menjadi sakit. Bukan gara-gara konflik batin, tapi kontaminasi bakteri yang masuk dalam makanan dan air. Hepatitis A hampir menjangkiti semua negara kecuali Kanada, Eropa Barat, Skandinavia, Jepang, Selandia Baru dan Australia. Vaksin diberikan sebanyak dua kali, dalam jarak enam bulan sekali.

Rabies

Rabies rentan menular dari hewan yang terjangkit virus rabies. Yang memprihatikan, rabies hampir terdapat di seluruh pelosok dunia, kecuali Antartika. Cara paling mudah menghindarinya adalah dengan membatasi kontak langsung dengan binatang liar. Meski vaksinnya belum diwajibkan, untuk Anda yang senang berpetualang ke pedalaman hutan tak ada salahnya melakukan vaksin ini. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments