2811

Dampak Terlilit Utang Kartu Kredit

Kartu kredit memang memudahkan. Tapi juga menyulitkan jika tak dikelola dengan baik. Membuat kita berutang dengan bunga yang cukup menguras kondisi keuangan. Bila dibiarkan bisa menjadi mimpi buruk.

Pemegang kartu kredit seharusnya memperlakukan kartu kredit sebagai alat pembayaran, bukan berhutang. Bila dirasa dana di rekening tak aman dan tak punya dana cadangan, pikir ulang sebelum menggeseknya. Tahan keinginan untuk belanja barang. Sebab meski sifatnya pinjaman, kredit adalah utang yang harus dilunasi. Selain itu kartu kredit memungut bunga dan biaya tambahan bila kita menarik uang tunai. Alhasil, tak disadari tagihan bisa membengkak di akhir bulan.

Sehatkah dampaknya? Jelas tidak. Hidup jadi tak nyaman dan kejadian berikut sering dialami bila utang kartu kredit menumpuk tak terbayar.

Rekening kosong

Tabungan terkuras untuk membayar utang. Rekening hampir selalu kosong meski baru menerima gaji, karena Anda harus membayar kartu kredit. Akibatnya, Anda kembali berhutang untuk memenuhi kebutuhan.

Stres

Tidur tak lagi nyenyak seperti dulu. Lesu, melamun, dan tak semangat lebih sering menemani aktivitas sehari-hari. Bingung dan tak tahu bagaimana cara melunasi utang memicu amarah dan lebih sensitif dalam merespon sesuatu. Gampang gelisah dan tak tenang seolah lumrah dialami. Stres yang berkepanjangan pun menjadi ancaman nyata. Orang-orang sekitar turut kena imbasnya, terutama anak dan keluarga. Lama kelamaan hal tersebut bisa memengaruhi kesehatan Anda.

Dikejar tagihan

Sudah pasti ketika utang menumpuk, tagihan akan terus menghantui. Dering panggilan dari bank sering terdengar. Mendadak debt collector sudah di muka rumah. Mulai ragu untuk pulang ke rumah karena takut ketemu orang yang sering menagih. Berbohong pun menjadi pilihan untuk mengutarakan alasan utang belum dibayar.

Cari sumber utang baru

Pengemplang sering mencari pinjaman untuk melunasi utang dan memenuhi kebutuhan. Baik ke lembaga keuangan formal atau kerabat terdekat. Tapi cara ini sama saja dengan gali lubang tutup lubang. Mayoritas bank juga tidak menyukai cara-cara seperti ini. Utang menjadi panjang tak berkesudahan. Belum tentu pinjaman yang baru meringankan meski bisa diangsur. Tarif bunga yang dikenakan tiap bulan bisa lebih tinggi ketimbang pinjaman sebelumnya. Performa Anda sebagai pemilik akun sehat tercoreng dan mulai dikenal sebagai tukang utang.

Minta bantuan

Jika sudah sangat memberatkan, tak perlu ragu minta bantuan ke bank untuk mendapat keringanan. Ketimbang mendadak dapat surat somasi dan ancaman pidana. Kasus gagal bayar telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 8/5/PBI/2006. BI siap memberikan mediasi antar nasabah dan pihak bank dengan syarat tertentu. Tentunya bila bank dan Anda belum menemukan titik temu penyelesaian sengketa. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments