2411

Waspada, Gangguan Pola Makan Baru!

Selama ini orang beranggapan bahwa eating disorder atau gangguan pola makan hanya anoreksia atau bulimia. Padahal para ahli nutrisi kini sependapat ada gangguan pola makan lain yang sama berbahayanya. Gangguan ini mulai banyak menghinggapi masyarakat. Cermati, jangan sampai ini menimpa Anda atau orang di sekitar Anda.

Di permukaan, gangguan pola makan memang terlihat hanya seperti orang yang terobsesi untuk kurus atau langsing. Namun bila ditelisik lebih dalam lagi, ada latar belakang masalah psikologis yang membuat seseorang melakukan tindakan ekstrem untuk mencapai keinginan langsing.

Gangguan pola makan di usia dewasa umumnya karena ada hasrat untuk selalu memegang kendali. Seseorang yang dijejali dengan banyak tanggung jawab, ditambah dengan perubahan dalam hidup, misalnya karier, pernikahan, bercerai, melahirkan, dan lain-lain, menimbulkan rasa hampa dan gagal. Stres dan depresi itu bisa jadi pemicu untuk jatuh dalam gangguan pola makan.

Oleh sebab itu, sebelum terlambat, waspadai gangguan-gangguan pola makan ini. Bukan tak mustahil Anda atau keluarga Anda mulai terjerat.

Binge eating: Yo-yo diet

Biasanya penderita makan banyak dalam waktu singkat, lalu merasa bersalah setelahnya. Namun mereka tidak segera menghilangkannya. Mereka baru diet minggu depan atau bulan depan. Ada episode waktu seseorang makan banyak, lalu diet, mencoba treatment tertentu, lalu makan banyak lagi, diet lagi, dan seterusnya. Umumnya penderita binge eating makan secara sembunyi-sembunyi.

Orthorexia: Obsesi makan sehat

Penderita hanya makan makanan organik atau menolak makan apapun yang tidak “murni.“ Mereka tidak merasa gemuk, tapi juga tidak merasa kurus. Motivasi mereka umumnya agar bisa lebih percaya diri atau takut menjadi tidak sehat. Sikap ini membawa pada sikap kontrol berlebihan. Ironisnya, penderita justru bisa mengalami kekurangan nutrisi.

Pregorexia: Olahraga dan diet ekstrem selama hamil

Motivasinya umumnya karena ingin bobot tubuh selama hamil tidak bertambah sampai 11-16 kg. Padahal pertambahan bobot tersebut disarankan dokter. Hal ini tentu berbahaya karena ibu hamil bisa kekurangan nutrisi serta berisiko terkena depresi, anemia, hipertensi, dan keguguran. Janin pun terancam cacat karena malnutrisi.

Bulimia tanpa memuntahkan

Selama ini banyak orang mengira bulimia adalah orang yang makan banyak lalu memuntahkan makanan. Padahal tak selalu begitu. Ada bulimia tipe non-purging (tanpa memuntahkan). Sebagai gantinya, mereka:

  • Olahraga melebihi batas wajar, misalnya 3-4 jam sehari.
  • Sering puasa berlebihan.
  • Selalu sedia stok obat pencahar atau diuretik

Ganguan pola makan ini bila dibiarkan bisa berbahaya karena menyebabkan gangguan kepribadian atau gangguan psikolois anxiety dan paranoia. Karena itu, sekali lagi, waspadai gangguan-gangguan tersebut. Bila muncul gejala-gejala seperti yang disebutkan tadi, segeralah mengatasinya. Bila perlu berkonsultasi dengan ahli, baik ahli gizi atau psikolog. Salurkan stres dengan cara lain, misalnya melakukan hobi atau berolahraga. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments