2211

Cara Jitu Mengajarkan Anak Menyelesaikan Masalah

Dalam hidup masalah akan selalu ada. Karena itu persiapkan anak agar dapat menyelesaikan masalah secara sehat. Belajar mencari solusi dalam tiap masalah akan sangat membantu kehidupan anak kelak.

Jadikan momen datangnya konflik sebagai kesempatan belajar bersama-sama. Jangan hanya diam dan berharap masalah akan selesai dengan sendirinya. Atau memilih bersikap pasif karena berpikir anak masih kecil dan tak tahu apa-apa. Padahal anak yang belajar resolusi konflik juga belajar tentang pentingnya kemampuan bersosialisasi. Kemampuan ini sangat diperlukan saat bekerja dan bermasyarakat nantinya.

Orang tua bisa berperan sebagai mediator yang mengajar. Bukan sosok tunggal yang mengambil alih masalah dan menentukan solusi terbaik menurut pribadi ayah atau ibu. Luangkan waktu sejenak, matikan ponsel, lalu ajak anak duduk bersama mendiskusikan apa masalahnya  dan bagaimana menyelesaikannya.

Membangun empati

Tanpa interupsi, minta anak untuk menceritakan kembali masalah dari sudut pandangnya. Bila melibatkan lebih dari satu orang, misal antara kakak dan adik, buat daftar. Setelah cerita didapat, konsentrasi pada masalah yang sedang terjadi. Anak terlatih untuk belajar dewasa menghadapi masalah, tidak terbatas pada sikap merengek. Plus yang terpenting, anak menjadi empati terhadap perasaan orang lain atas situasi yang sedang dihadapi. Ke depan, dia akan berpikir panjang sebelum membuat orang lain tersakiti.

Menafsirkan masalah

Dalam menafsirkan konflik, fokus pada inti masalah, bukan membahas siapa yang salah dan siapa yang benar. Sebab masing-masing mempunyai sudut pandang yang berbeda dalam melihat masalah yang sama. Buru-buru memutuskan pihak yang benar akan membuat satu pihak merasa menang tapi juga membuat perasaan bersalah pada yang lain. Untuk menghindarinya, orang tua bisa menyimpulkan fakta yang telah terjadi. Ayah dan ibu juga bisa memaparkan kembali perasaan yang dialami oleh semua pihak. Perhatian tidak hanya diberikan pada satu arah, tetapi dicurahkan ke segala arah.

Bertujuan memecahkan masalah

Tujuan dari membahas bersama suatu masalah adalah untuk mencari solusi. Bila diskusi terus berputar-putar pada masalah, maka jalan penyelesaian akan sulit ditemukan. Tawarkan berbagai alternatif yang paling mungkin untuk dilakukan. Jelaskan pula konsekuensi dalam setiap mengambil keputusan. Misalnya anak menangis karena tidak dibelikan mainan saat jalan-jalan. Beri pilihan bahwa anak tetap bisa membeli mainan dengan syarat dia tidak mendapat uang jajan selama seminggu. Putusan tetap berada di tangan anak, sekaligus menyadarkan akan dampak yang harus ditanggung. Terbiasa membicarakan tiap masalah dengan sehat dan terbuka, tanpa diiringi amarah dan emosi sesaat, akan membuat hubungan anak dan orang tua makin bersahabat.

Fokus pada solusi

Solusi yang dipilih merupakan kesepakatan. Tiap pihak yang terlibat dalam keluarga harus mentaati. Kalau perlu didokumentasikan saja sebagai pengingat. Seperti menempel kertas di pintu kulkas. Dalam kurun waktu tertentu, sediakan waktu kembali untuk mendiskusikan ulang apakah kesepakatan perlu direvisi atau tetap dipertahankan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments