1311

Sukses Berbisnis Makanan Anak Berkebutuhan Khusus

Anak berkebutuhan khusus membutuhkan asupan makanan yang ketat dan berbeda. Kebutuhan ini mulai dilirik orang sebagai celah membuka bisnis kuliner, karena tidak semua orang tua sempat menyediakan makanan sesuai diet anak mereka. Bila tertarik, Anda juga bisa mencoba. Anggap saja, sekalian membantu orang tua mempersiapkan kebutuhan khusus buat anaknya.

Anak berkebutuhan khusus, terutama penyandang autisme, dianjurkan untuk menjalani diet GF-CF (gluten free-casein free). Manfaatnya agar anak autis lebih stabil dan mengurangi tingkah laku yang berlebihan atau hiperaktif. Maka makanan yang dikonsumsi sehari-hari adalah yang tidak mengandung gluten dan kasein. Baik makanan berat atau berupa kudapan ringan.

Untuk membuka bisnis kuliner makanan sehat bagi anak berkebutuhan khusus, terutama autisme, perhatikan larangan yang harus dihindari. Namun tanpa mengurangi kandungan gizi yang diperlukan di tiap menu.

Bahan-bahan terlarang

Ada tiga bahan makanan yang harus dihindari anak berkebutuhanan khusus. Yaitu bahan yang mengandung gluten, kasein, dan olahan dari kedelai. Gluten banyak terdapat dalam jenis gandum, seperti rye (gandum hitam), wheat dan barley. Sedang kasein adalah salah satu protein yang mudah ditemukan dalam susu sapi dan kambing, keju, dan yogurt. Olahan kedelai dalam bentuk tahu, tempe, kecap juga dilarang keras bagi anak berkebutuhan khusus.

Anda juga harus bisa menghadirkan menu rendah gula dan garam. Jauhi penggunaan bahan pengawet karena bisa menjadi salah satu alergen bagi anak berkebutuhan khusus.

Makanan yang dianjurkan

Lantas, apa yang boleh dimakan? Makanan yang banyak mengandung senyawa anti-inflamasi. Seperti omega 3 yang mudah ditemukan di ikan, terutama salmon dan sardine. Pre-biotik yang tinggi juga sangat disarankan untuk dikonsumsi. Misalnya pisang, bawang putih, bawang bombay, daun bawang, kacang polong, dan produk non-diary. Tak ketinggalan, jenis flaxseed dan walnut untuk mencegah peradangan pada usus.

Kreatif

Karena terbatasnya bahan-bahan yang dikonsumsi bukan berarti Anda tak bisa berkreasi. Ambil manfaat dari bahan-bahan di sekitar yang mudah ditemukan. Seperti mengolah tepung dari jenis umbi-umbian lokal. Seperti garut, ganyong, kimpul, singkong, ubi, uwi, dan lainnya. Anda bisa mengolahnya menjadi mie sehat nabati dan camilan berbentuk mini. Tawarkan pula dagangan dalam bentuk aneka cookies, abon ikan, olahan ayam kampung, keripik, hingga es krim. Kemas yang rapi dan praktis dibuka. Menarik bukan?

Konsultasi dan jalin relasi

Agar tidak menimbulkan efek yang tak diharapkan, konsultasikan pada ahli gizi atau dokter anak. Sekaligus sebagai partner konsultasi apabila Anda tidak bisa menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pembeli. Ketahui dengan pasti batas konsumsi yang diperbolehkan tiap porsinya. Cari info lebih detail tentang penggunaan bahan pewarna dan bahan penunjang lainnya, seperti minyak goreng dan lama waktu memasak.

Untuk mengenalkan produk, Anda bisa bekerja sama dengan tempat tumbuh kembang anak, sekolah-sekolah, mal, atau tempat strategis lainnya. Buatlah poster dengan foto yang menarik dan unggah di media sosial. Banderol dengan harga yang cukup terjangkau. Anda bisa mengikuti berbagai bazaar atau pameran produk anak. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments