0811

6 Kesalahan Orang Tua yang Membuat Anak Merasa Tak Didengar

Kelekatan antara orang tua dan anak terjalin berkat adanya komunikasi yang intens. Saling mendengarkan tentang masalah dan kebutuhan satu sama lain. Sayangnya, masih banyak orang tua yang secara tak sadar melakukan kesalahan dalam berkomunikasi. Sehingga komunikasi yang terjadi hanya satu arah.

Menurut Najeela Shihab, pakar pendidikan dan pendiri Sekolah Cikal, “bagian tersulit menjadi orang tua adalah mengelola emosi dirinya dengan matang. Padahal dia dibutuhkan untuk selalu merespon hal yang dirasakan dan dibutuhkan anggota keluarga.” Selalu hadirkan suasana yang menyenangkan kala anak berbicara.

Selain mengontrol emosi, hindari 6 hal berikut yang bisa membuat anak jadi merasa tak didengar. Dengan menghindari kesalahan ini, Anda pun bisa didengar balik oleh anak.

Sibuk membandingkan

Saat anak mengutarakan masalahnya, jangan memberikan pembanding. Baik apa yang pernah Anda alami atau kehebatan teman-temannya. Anak akan mudah frustasi dan tidak percaya diri dengan yang dimilikinya. Lebih baik, tanya saja apa yang ingin dia lakukan bila menghadapi masalah A atau B. Justru anak akan terpacu memikirkan solusi yang menurutnya terbaik dan nyaman bagi dirinya.

Mudah menilai anak

Anak tidak akan tertarik lagi melanjutkan pembicaraan jika Anda mudah memberikan sebutan, julukan, atau stigma tertentu. Misal, si pemalas, tukang mengadu, dan sebagainya. Hindari pula berucap, “Ah gitu aja pake ngomong.” Sebuah lisan yang akan menuntun anak mencari tempat curahan lain ketimbang Anda sebagai orangtuanya.

Melamun atau tak respek

Memang butuh ekstra tenaga dan waktu saat mendengarkan anak agar maksudnya bisa dimengerti. Terlebih bila anak masih balita yang belum begitu jelas ucapannya. Wajah tak peduli seperti melamun atau bengong sangat tidak disarankan. Secara tak sadar akan tertanam di alam bawah sadar anak, kebiasaan mendengar yang lumrah adalah seperti itu. Kenalkan sejak awal untuk mendengar dengan tatapan mata yang penuh dan wajah yang berkonsentrasi.

Mengalihkan pembicaraan

Bosan, tak menarik, dan tak punya jawaban, alasan paling jamak yang membuat orang tua mengalihkan pembicaraan. Sepele buat orang tua tetapi urgent baik anak. Mengalihkan pembicaraan ke topik yang lain justru tidak menyelesaikan masalah utama. Hasilnya, anak tetap bingung dan tidak tuntas menghadapi persoalan. Bila terjadi dalam jangka waktu lama, niscaya akan memupuk persoalan, sehingga bisa jadi lingkaran setan tak berkesudahan.

Pemberi saran melulu

Adakalanya anak berbicara karena hanya ingin didengar. Didengar saja sudah cukup untuk menuntaskan masalah yang ada. Tapi orang tua lebih sering memilih posisi pemberi saran. Bahkan saran yang terkadang tidak terlalu dibutuhkan anak. Orang tua malah terkesan menggurui dan mendikte.

Membenarkan semua hal

Membenarkan semua hal bukanlah cara yang sehat. Trik ini dipilih untuk mencari cara aman agar tidak timbul konflik dengan anak. Misal, takut anak menjadi tantrum dan menangis. Katakan saja bila memang dia salah dan kapan dia benar. Maka Anda dan anak sama-sama belajar sebagai pendengar yang baik. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments