0711

Tak Ikut Seret Menjelang Perusahaan Bangkrut

Bahkan perusahaan besar pun bisa surut atau bahkan bangkrut. Bila ini terjadi pada Anda, siapkan diri agar tak ikutan seret biarpun sumber pemasukan jadi terhambat. Dan yang penting, tetap optimis.

Sebenarnya kita bisa membaca tanda-tanda atau gejala perusahaan yang mau tutup. Amati saja bila perusahaan tidak juga membuka lowongan baru padahal banyak jajaran manajer yang mengundurkan diri. Mendadak aset-aset yang dimiliki kantor dijual tanpa ada pengumuman sebelumnya. Audit finansial semakin sering dilakukan. Gaji karyawan terlambat diberikan atau dibayar secara berkala, dengan pernyataan dari pihak keuangan yang tidak jelas. Belum lagi bonus yang tiada kabarnya.

Bila kondisinya demikian, tanyakan langsung kepada pihak yang kompeten di perusahaan untuk mendapat kepastian. Namun hal tersebut tidak menjamin Anda akan mendapat jawaban yang diinginkan. Ketimbang Anda ikutan lesu, bertindaklah cepat dan siapkan diri menghadapi kondisi terburuk.

Cari referensi kerja

Segera cari kemungkinan pekerjaan baru yang bisa dijajaki. Tinggal ketik di mesin pencari dan berselancarlah mencari informasi. Grup obrolan di media sosial juga sering membagikan berita kerja. Ambil beberapa opsi pekerjaan yang sekiranya bisa Anda kuasai. Susun portofolio semenarik mungkin agar pihak HRD tertarik membaca pengalaman Anda.

Bangun kredibilitas

Perbaiki performa agar Anda lebih mudah mendapatkan pekerjaan yang baru nantinya. Bila pekerjaan yang sekarang tidak banyak menuntut gesture tubuh, sesekali luangkan waktu untuk latihan interview. Tampilkan body language yang positif, supel, dan disukai banyak orang. Bangun kharisma yang membuat Anda bisa dipercaya untuk menjalankan pekerjaan tertentu.

Hati-hati dalam menggunakan media sosial. Beberapa perusahaan mengamati calon karyawan dengan mengamati media sosial yang mereka gunakan. Hindari menjelek-jelekkan perusahaan Anda di media sosial. Isi dunia maya Anda dengan hal-hal yang positif dan membangkitkan semangat.

Potong anggaran belanja

Jangan pesimis meski perusahaan akan pailit. Anda masih bisa eksis, kok. Kurangi pengeluaran dan berhematlah sebisa mungkin. Tahan keinginan belanja barang-barang yang bersifat tersier. Secara teori, keuangan dijamin aman bila kita mempunyai tabungan sebesar 6 kali lipat jumlah gaji selama sebulan. Bila tidak mencapai angka tersebut karena berita bangkrut yang mendadak, pikirkan cara lain agar rekening baik-baik saja. Misalnya menjual barang-barang masih layak pakai yang ada di rumah.

Minta bantuan keluarga

Tak perlu ragu untuk bercerita kondisi yang Anda hadapi pada keluarga. Meminta pertolongan pada teman juga solusi yang tepat. Siapa tahu mereka mempunyai informasi berharga untuk Anda. Atau terbuka peluang kolaborasi membuat usaha baru. Karena pengalaman di perusahaan, bisa jadi malah Anda ditunjuk untuk mengembangkan usaha keluarga.

Bantuan hukum

Terkadang ketika kinerja perusahaan mulai menurun, ada beberapa hak karyawan yang terabaikan. Anda bisa meminta bantuan hukum untuk mengetahui lebih jauh mengenai hak-hak Anda sebagai pekerja. Bila uang Anda terbatas, Anda bisa meminta bantuan hukum kepada lembaga hukum nirlaba. Anda juga bisa menggunakan bantuan hukum tersebut bersama teman-teman yang senasib, sehingga biayanya bisa ditanggung bersama. Ini untuk persiapan atau pencegahan bila perusahaan mulai mengabaikan hak-hak Anda. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALSEBINTARO

Comments

comments