0411

Cermati Bahan Peranti Masak agar Tak Merugi

Bahan masakan bukan satu-satunya penentu keamanan makanan. Material dari perangkat memasak ternyata juga bisa memberi efek positif atau negatif pada hasil masakan. Agar kegiatan memasak Anda bebas dari rasa khawatir, kenali bahan dari peranti masak Anda.

Panci, wajan, bahkan talenan yang Anda gunakan untuk menyalurkan kreativitas Anda di dapur terbuat dari berbagai material. Masing-masing material ini memiliki karakteristik sendiri. Karakteristik itulah yang memengaruhi proses memasak Anda.

Karena itu, kenali bahan-bahan yang umum digunakan untuk peranti masak, agar Anda tepat dalam memperlakukan perangkat masak tersebut. Perlakuan yang salah, bisa membuat alat masak memberikan efek negatif.

Aluminium. Lebih dari setengah peranti masak yang dijual saat ini menggunakan bahan ini, karena umumnya murah, ringan, dan cepat panas. Namun aluminium reaktif. Makanan yang dimasak dengan aluminum dapat bereaksi dengan metal.

Konon ini bisa menyebabkan penyakit alzheimer, tapi hal ini belum terbukti. Agar aman, jaga agar peranti masak aluminium dalam kondisi baik. Semakin banyak noda dan goresan, semakin besar kemungkinan aluminium terserap.

Minimalkan waktu penyimpanan makanan dalam alat masak berbahan aluminium. Semakin lama makanan dimasak atau disimpan dalam aluminium, semakin banyak bahan yang masuk ke makanan. Hindari memasak makanan yang tinggi kadar asamnya dalam aluminium.

Stainless steel. Campuran baja dengan kromium dan nikel membuat peranti ini merupakan alat masak anti-karat yang kuat, tapi mudah dibersihkan. Peranti masak dari stainless steel dianggap sebagai salah satu peranti masak yang aman dan bagus. Biarpun begitu, sebaiknya hindari bahan pembersih atau penggosok yang kasar. Bila terlalu sering digunakan akan melepas sedikit kromium dan nikel. Biarpun dalam jumlah kecil tidak beracun, namun bisa menyebabkan alergi.

Tembaga. Biasanya peranti masak dari tembaga dilapisi bahan lain agar tembaga tidak kontak langsung dengan makanan. Namun bahan pelapis bisa sedikit demi sedikit menghilang karena makanan, terutama yang bersifat asam atau disimpan dalam waktu lama.

Bahan anti-lengket. Bahan ini gampang tergores dan menyebabkan terlepasnya sedikit plastik yang ada di bagian dalam ke makanan ketika dimasak, termasuk asap beracun karena panas berlebihan. Agar alat masak berbahan anti-lengket tetap aman, nyaman, dan tahan lama, rawat dengan cara berikut:

  • Jangan memasak dengan panas berlebihan. Gunakan panas rendah atau sedang.
  • Jangan tinggalkan alat masak yang tak dipakai di oven atau kompor yang panas.
  • Baca instruksi yang tertera di label untuk perawatan yang dianjurkan sebelum dipakai.

Cast iron. Biarpun berat dan tebal, namun peranti masak ini disebut-sebut oleh para ahli nutrisi bisa membuat makanan mengandung zat besi dua kali lipat atau lebih dari bahan makanan asal. Selain itu, cast iron juga sangat aman. Meskipun begitu, pelihara dengan baik dengan mencucinya dengan sabun lembut dan langsung dilap setelah dicuci.

Enamel. Menurut FDA’s Center for Food Safety and Applied Nutrition, peranti masak yang dibuat dari besi atau baja yang dilapisi enamel, aman digunakan. Namun dulu, ada beberapa perangkat masak dari enamel yang mengandung bahan beracun kadmium. Untungnya sekarang produksinya telah dilarang. (YBI)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments