0111

Aturan Menitipkan Anak pada Orang Tua yang Sebaiknya Dipatuhi

Orang yang paling bisa dipercaya untuk mengasuh anak saat Anda dan pasangan harus bekerja, mungkin adalah orang tua. Soal kasih sayang terhadap cucu, sudah tidak diragukan lagi. Namun, meski kakek atau nenek dengan senang hati mendapat “titipan,“ ada aturan yang harus Anda perhatikan agar tidak menambah beban orang tua.

Johns Hopkins dari Bloomberg School of Public Health menuturkan bahwa anak yang diasuh oleh kakek dan nenek cenderung memiliki risiko cedera yang rendah. Seperti luka karena jatuh dan terkena benda tajam. Bisa jadi ini karena perlindungan terhadap sang cucu lebih ketat. Alasan paling kuat yang membuat ayah dan bunda percaya menitipkan anak pada orang tua dan bisa tenang pergi bekerja.

Biarpun tenang, anak tetap merupakan tanggung jawab Anda sepenuhnya. Menitipkan anak pada orang tua tidak salah, tapi ada aturan mainnya.

Penuhi kebutuhan anak

Agar tidak merepotkan, bawa semua kebutuhan yang diperlukan anak ke rumah orang tua sebelum berangkat kerja. Mulai dari mainan, baju ganti, diapers, makanan dan camilan, susu, hingga barang-barang yang disayanginya. Saat anak sedang sakit, misalnya, tinggalkan obat dan petunjuk pengonsumsiannya. Baiknya ayah bunda menyiapkan semua kebutuhan dalam satu tas atau wadah agar orang tua tidak kerepotan mencari. Selipkan beberapa lembar uang dalam tas bila dibutuhkan untuk jajan anak dan kebutuhan yang lain.

Siapkan pula jadwal kegiatan anak sehari-hari, misalnya memberikan camilan dan susu jam berapa, waktu makan pada pukul berapa, dan kapan anak sebaiknya tidur. Bila perlu, siapkan juga beberapa contoh permainan yang bisa dilakukan kakek, nenek dan cucu. Sehingga orang tua Anda tidak bingung harus memberi kegiatan apa pada anak Anda.

Kakek nenek hanya mengawasi

Tidak terbayang bila di usia senja, ayah ibu Anda masih harus menggendong dan berlari mengejar cucu. Mungkin kakek nenek merasa senang-senang saja. Tapi ada baiknya Anda menyediakan pengasuh khusus untuk anak, sehingga orang tua hanya mengawasi dan mengajak bermain. Serahkan urusan seperti memandikan, menyuapi, menggendong sambil meninabobokan, membuatkan susu, dan mensterilkan botol pada pengasuh.

Bila baju anak kotor karena keringat atau noda makanan, bawa pulang dan cuci di rumah sendiri. Esoknya tinggal bawakan lagi baju ganti. Jadi meskipun terkesan direpoti, orang tua tetep memiliki waktu untuk bersantai sambil sesekali menimang cucu.

Kompromi   

Pola asuh pada anak antara kita dan orang tua cenderung berbeda. Ada hal-hal yang kadang tidak kita setujui tapi tak enak untuk melarang karena ada perasaan sungkan. Maka, kompromi saja. Selama masih dalam batas kewajaran, berikan toleransi. Pahami bahwa orang tua adalah generasi dahulu yang belum update ilmu parenting seperti sekarang. Ayah dan bunda bisa mencari waktu yang tepat untuk berdiskusi tanpa membuat rasa bersalah pada orang tua. Misalnya, si kakek suka merokok. Untuk meminimalisir dampaknya, saat merokok sebaiknya jauh-jauh dari cucu. Jelaskan tindakan tersebut membuat pernapasan anak lebih lega dan tidak ditiru nantinya.

Beri kejutan

Meskipun orang tua kita berkecukupan, ada baiknya Anda tetap memberikan bantuan finansial. Walaupun dikemas sebagai kamuflase memenuhi kebutuhan anak saat dititipkan. Bila menolak tak masalah, mungkin orang tua punya alasan sendiri. Jadi, berikan saja kejutan pada hari-hari istimewa, misalnya saat ulang tahun pernikahan, ulang tahu mereka, atau lebaran. Anda bisa mengajak mereka makan di luar, mengajak liburan akhir tahun, atau membelikan baju baru. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments