2810-1

Makauhe, Hidangan Langka dari Riau

Kalau dapat kesempatan berkunjung ke provinsi Riau, setibanya di Pekanbaru coba atur kunjungan ke Selatpanjang. Daerah yang jarang muncul di radar tujuan wisata ini memiliki makanan khas yang wajib Anda coba.

Selatpanjang adalah ibukota Kabupaten Kepulauan Meranti yang berada di pulau Tebing Tinggi, salah satu dari 15 pulau di Kepulauan Meranti. Untuk mencapai kota ini butuh waktu 4 jam dengan menggunakan transportasi sungai, tansportasi darat, dan terakhir transportasi laut. Makanya, begitu sampai di kota Selatpanjang rasanya seperti terdampar di wilayah terluar Indonesia.

Kota sagu

Yang unik dari kota Selatpanjang adalah julukannya sebagai Kota Sagu. Julukan itu didapat karena daerahnya termasuk salah satu Kawasan Pengembangan Ketahanan Pangan Nasional sebagai penghasil sagu terbesar di Indonesia.

Tapi meski namanya Kota Sagu, tidak banyak restoran atau rumah makan yang menyajikan masakan dari sagu. Padahal sagu adalah makanan pokok di daerah ini, selain di wilayah Indonesia bagian Timur. Hanya satu, dua restoran atau rumah makan dengan hidangan utama mie sagu yang khas dan sudah terkenal hingga ke luar negeri.

Bentuk makauhe.

Namun ada satu makanan khas Selatpanjang yang rugi bila Anda lewatkan, yaitu makauhe. Makauhe, atau kadang disebut juga Ram Rama, adalah sejenis lobster lumpur atau lobster bakau. Penampilannya memang agak mirip lobster, akan tetapi ukurannya lebih kecil.

Mungkin kalau melihat wujud aslinya  beberapa orang akan batal untuk mencobanya karena bentuknya agak aneh. Tapi di Selatpanjang, makauhe termasuk makanan yang dicari karena termasuk hidangan yang lezat dan langka.

Berbagai macam saus

Cara penyajian makauhe ada beberapa pilihan, diantaranya masak lada hitam atau saus padang. Jika sudah berada di bawah siraman saus padang, makauhe ini sudah seperti masakan lobster atau kepiting.

Ini pun tidak salah karena cara makan Makauhe memang persis seperti cara makan lobster atau kepiting. Untuk mendapatkan dagingnya harus dengan cara memecahkan cangkangnya.

Makauhe dimakan dengan nasi panas. Lezat.

Daging Makauhe yang tersimpan di bawah cangkang mirip seperti daging lobster atau kepiting. Berwaran putih dengan tekstur yang lembut. Rasanya manis, hampir mirip seperti lobster atau kepiting juga. Namun porsinya dalam satu Makauhe tidak sebanyak lobster atau kepiting. Kandungan protein Makauhe cukup tinggi, sehingga bisa dijadikan pengganti daging.

Jika ingin mencari dan mencoba masakan Makauhe di kota Selatpanjang, Restoran Jumbo yang berada di dekat pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, adalah salah satu yang direkomendasikan.

Satu porsi makauhe berisikan lima ekor makauhe dengan harga 75 ribu rupiah. Restoran ini juga menjual berbagai hidangan laut lainnya serta aneka nasi goreng dengan harga rata-rata 30 ribu rupiah. Tapi jika hanya ingin duduk-duduk sambil minum kopi juga asik, karena posisi restoran ini langsung menghadap ke laut.  (DOT)

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Donny Trianto

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments