2710

Ketika Menemukan Benjolan di Payudara

Bulan Oktober merupakan bulan peduli kanker payudara. Penyakit ini diperingati karena jumlah penderita cukup tinggi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kejadian kanker payudara di Indonesia termasuk tinggi, yaitu 40 kasus setiap 100.000 penduduk. Dua diantara tiga wanita pengidap kanker payudara berusia di atas 50 tahun. Tapi tren terbaru menunjukkan kanker payudara menyerang wanita di usia lebih muda bahkan remaja.

Gejala kanker payudara ditandai dengan adanya benjolan, keluarnya cairan dari puting, payudara terasa panas dan perih. Selain itu terjadi perubahan warna pada payudara dan tekstur kulit bila diraba terasa seperti kulit jeruk. Payudara juga terasa lebih kencang dari biasanya.

Siapa pun dapat terkena kanker payudara. Bahkan pria juga tak luput dari risiko ini, meski kemungkinannya kecil. Salah satu gejala yang kerap muncul adalah adanya benjolan. Namun jangan terlalu panik, tak semua benjolan adalah kanker payudara. Menurut Mayo Clinic, empat dari lima benjolan pada payudara bukanlah kanker. Tetapi Anda tetap harus waspada. Bila Anda menemukan benjolan pada payudara ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan.

Pemeriksaan medis

Tentu saja, Anda harus memastikan dulu benjolan tersebut adalah kanker atau bukan. Ada beberapa rangkaian yang cukup panjang yang harus Anda jalani untuk memastikan jenis benjolan tersebut. Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah berkonsultasi ke dokter kandungan atau ginekolog.

Besar kemungkinan setelah berkonsultasi, Anda dianjurkan untuk melakukan serangkaian pemeriksaan. Tahap awal yaitu mamografi, USG, dan biopsi. Mamografi mirip alat scan, dimana payudara akan diapit untuk melihat kondisi dalamnya. Sedangkan USG payudara umumnya lebih nyaman. Sedangkan biopsi adalah mengambil sampel dari bagian abnormal payudara untuk diuji di laboratorium.

Bila memang positif kanker payudara, Anda akan disarankan untuk menjalani MRI, CT Scan, rontgen dada, pemeriksaan tulang, dan biopsi kelenjar getah bening di ketiak. Tujuannya untuk mengetahui tingkat stadium agar tidak semakin menyebar. Sedang untuk mengetahui jenis kanker, Anda menempuh pemeriksaan HER 2 dan reseptor hormon.

Bila ternyata benjolan tersebut bukan kanker, misalnya kista, dokter umumnya tetap menyarankan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut.

SADARI

Ketika benjolan pada payudara terbukti bukanlah kanker, bukan berarti Anda langsung lengah. Justru sebaiknya Anda dobel waspada. Lakukan SADARI (periksa payudara sendiri) setiap bulan, 7 hari setelah hari pertama menstruasi.

Caranya berbaringlah dan angkat tangan kanan ke atas kepala. Gunakan tiga jari tangan kiri (telunjuk, tengah, manis) untuk menekan dan memutari payudara kanan. Lakukan hal sama untuk mengetes payudara kiri. Dengan rutin melakukan SADARI, Anda akan cepat mengetahui bila ada keabnormalan pada payudara.

Selain itu, ubah pola makan jadi lebih sehat. Tetap lakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa dengan waktu istirahat yang seimbang. Berolahragalah secara rutin. Bergabung dalam klub yoga akan membantu Anda menenangkan pikiran dan menjauhkan Anda dari stres. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments