1810

Membuat Anak Tantrum Jadi Manis Kembali

Rewel, menangis, atau marah, memang hal biasa yang terjadi pada anak. Namun hal yang biasa tersebut bisa jadi ujian kesabaran luar biasa bagi orang tua. Apalagi bila terjadi di depan umum. Jangan terpancing kemarahan. Temukan cara jitu menghadapi kondisi ini.

Kadang kerewelan tersebut berdurasi 10 menit atau lebih lama. Dalam dunia psikologi, sikap tersebut dinamai dengan tantrum. Secara umum tantrum digambarkan sebagai ledakan emosi yang dibarengi dengan tangisan, jeritan, tabiat keras kepala hingga omelan tidak jelas atau meracau.

Anak-anak sering melakukannya ketika ia merasa dalam situasi dan kondisi yang tidak ia harapkan. Tantrum semakin sering terjadi saat umur 3 atau 4 tahun, dan di masa prasekolah. Tapi tak menutup kemungkinan terjadi hingga anak-anak berusia 10 tahun.

Bagaimana mengatasinya? Tak perlu ikutan baper, tetap tenang. Selalu ada jalan agar anak menjadi manis kembali.

Kenali penyebabnya

Anak kadang kesulitan untuk mengekpresikan apa yang diinginkan. Terutama balita yang belum lancar bicara. Sehingga sering menjadi tantrum. Maka, dalam kasus ini, Anda harus pintar-pintar membaca keinginan sang anak. Misalnya, bisa saja anak tantrum karena tak dituruti beli mainan baru, tak diberi makan makanan favoritnya, tak diizinkan pergi bermain di luar, kepanasan dengan jaketnya, takut bertemu dokter gigi, dan lain-lain. Anak juga sering “malu” dengan orang lain padahal dia tidak setuju dengan apa yang terjadi. Frustasi, bingung, dan kemudian menjadi tak nyaman. Kenali sebab anak menjadi rewel. Setidaknya Anda akan dibuat lebih mudah memikirkan cara untuk mengatasi.

Tak menuruti tapi tetap bersimpati

Saat terjadi tantrum, baiknya Anda tetap tenang. Jika anak menangis atau menjerit-jerit hanya untuk membuat Anda menuruti keinginannya, biarkan saja. Selama tidak menunjukkan tindakan yang berbahaya. Bila anak sudah mulai melempar barang-barang, terlebih pecah belah, segera ambil tindakan agar tidak mengenai dirinya dan orang lain. Tunjukkan raut muka seolah Anda tak tahu apa-apa, tapi juga bersimpati padanya. Ini akan merangsang dia berhenti rewel dan menjelaskan apa yang dia mau. Teknik ini juga untuk melatih sikap dewasa dalam berkomunikasi. Tak harus merengek bila menginginkan sesuatu. Tapi diimbangi dengan tutur kata yang jelas dan sikap yang tegas.

Ada pula orang tua yang menirukan balik tingkah si anak. Misalnya pura-pura menangis sambil memasang tampang muka yang lucu. Anak menjadi berhenti menangis, tertawa dan perhatiannya teralihkan. Jadi tinggal pilih saja, mana trik yang pas dan nyaman untuk Anda dan keluarga.

Komitmen pada aturan

Setelah anak tenang, segeralah ajak untuk tatap muka dan berbicara. Ingatkan anak pada aturan yang telah dibuat bersama. Dia boleh membeli mainan baru jika memang tabungannya telah cukup. Boleh makan mie instan hanya di akhir pekan. Game online tak boleh dilakukan saat bersantap dengan keluarga di meja makan. Bila melanggar, tentu akan ada konsekuensi yang harus ditanggung. Bisa jadi satu dua kali anak akan berupaya merengek sebagai jalan agar keinginannya terpenuhi. Tapi jangan goyah, Anda harus kembali pada kesepakatan dan komitmen. Ini demi kebaikan anak itu sendiri. Menuruti rengekannya hanya akan membuat anak manja dan tak tahu disiplin pada aturan. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments