utama

Coworking Space ala Bintaro

Bisa dibilang, hampir semua kebutuhan warga tersedia di Bintaro. Warga Bintaro pun tak pernah ketinggalan tren. Termasuk bila Anda ingin mencicipi bagaimana rasanya kerja di coworking space. Tak perlu pergi ke Jakarta, parkirkan saja kendaraan Anda di Ruko Emerald Avenue 1, Boulevard Bintaro Jaya Sektor 9.

Bekerja sambil melihat pemandangan di luar.

Di sana, Anda mampir ke Koloni, coworking space ala Bintaro. Letaknya memang tak terlalu kelihatan, karena berada di lantai 2 sebuah usaha laundry. Papan nama Koloni seperti malu-malu mengintip di pintu samping tangga menuju lantai 2.

Motivasi dan Filosofi Koloni

Ide pendirian Koloni datang dari Gita Fara, Kamilia Andini, dan Anung Sari. Mereka adalah insan perfilman. Sedang untuk operasional sehari-hari dijalankan oleh Rio Aribowo dan Ivan Faenza. Ruang kerja ini telah ada sejak awal 2016.

Rio dan Gita, penggagas Koloni.

Awalnya, ruangan ini adalah tempat kerja insan film. Namun karena sering kosong saat ditinggal syuting, Gita mengusulkan agar ruangan tersebut dimanfaatkan untuk hal yang lain. Pilihan jatuh pada ruang kerja bersama, bernama Koloni. “Koloni adalah coworking space pertama di Bintaro. Tempat ini dekat dengan rumah, sehingga tak perlu menghadapi macet, dan bisa sebagai tempat pelarian,” terang Gita saat menjelaskan ide awal pendirian Koloni.

Gita mengatakan, Koloni bukan sekadar ruang kerja yang kaku. Dalam perjalanannya, Koloni mampu menjadi ruang kreatif bersama. Banyak komunitas saling bertemu, bertukar ide, dan menjalin relasi disini. Rio juga menambahkan, “Kita dekat dengan dunia kreatif film, lebih dekat dengan komunitas Bintaro dan sekitarnya, lebih friendly, pokoknya simbiosis mutualismelah.”

Ruang kreatif.

Selain menampung freelance, Koloni juga beberapa kali dimanfaatkan untuk proyek pembuatan film, latihan sistem keamanan oleh polisi, kursus make up untuk para ibu, pelatihan tekstil, berbincang santai tentang advertising facebook, disewa untuk wawancara kerja, hingga mereka yang mencari kenyamanan tempat kerja saat Jakarta ramai dengan demonstrasi.

Koloni tidak pernah membatasi penggunaan ruangnya. Asalkan itu demi kreativitas dan kebaikan bersama, Koloni selalu siap menampung. Makin kreatif makin baik. Bahkan Gita dan Rio juga membayangkan ingin ada kegiatan untuk anak-anak di sana.

Fasilitas

Meski tak terlalu luas, fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap. Ada meja dan kursi yang bisa disewa per individu hingga ruang khusus untuk kerja bersama-sama. Ada pula wifi, mushola, toilet, printer, papan tulis, dan televisi.

Bila Anda haus, Anda bisa mengambil air putih, teh, atau kopi. Namun Anda tak bisa menyuruh office boy seperti di kantor untuk membuatkannya. Anda harus menyeduhnya sendiri. Ruangan juga bisa didesain ulang sesuai dengan kebutuhan, misalnya meja kursi bisa diubah posisi. Bahkan pengunjung bisa lesehan.

Sofa yang nyaman untuk bekerja.

Mau terima telepon? Boleh, asal jangan lama-lama. Koloni menyediakan ruang bernama pojok bicara di luar ruang kerja agar tidak mengganggu yang lain. Pojok bicara tersebut juga digunakan sebagai tempat merokok.

Soal harga bisa dilihat di situs koloni: www.kolonibintaro.com. Harga yang bersahabat tersebut masih bisa dinegosiasikan lagi, lho. Jadi Anda bisa fokus pada pekerjaan. Memang,  Koloni ingin membuat nuansa yang fleksibel soal harga dan waktu penggunaan.  [LAF]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Lies

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments