1210

Tetap Adem dengan Taman Vertikal

Keterbatasan lahan bukan hambatan untuk memiliki taman. Anda bisa mengakalinya dengan vertical garden. Sering pula disebut taman vertikal atau taman tegak. Konsepnya adalah membuat taman yang didesain dengan mengatur beberapa tanaman sedemikian rupa hingga posisinya berjejer dari bawah ke atas.

Fungsinya tak kalah seperti taman-taman yang biasa kita lihat. Vertical garden menjadi opsi menghadirkan ruang hijau yang membantu mendinginkan suhu ruangan karena mengurangi penyerapan sinar matahari ke dinding, juga menjadi filter terhadap polusi udara. Mata pun termanjakan dengan tatanan apik nan artistik. Kesan hijau pada bangunan juga akan membuat bangunan terasa adem. Sehingga penghuni betah tinggal berlama-lama.

Namun sebelum memutuskan membuat taman vertikal, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Terutama jika Anda ingin membuatnya sendiri.

Posisi dan desain

Bukan hanya di rumah, Anda juga bisa membuatnya di kantor. Umumnya ada di ruang terbuka, tapi tak masalah jika ingin meletakkan di dalam ruangan. Bisa sebagai “obat” bagi mata yang sedang lelah. Karena posisinya vertikal, Anda bisa memanfaatkan dinding yang tidak terpakai, pagar rumah, atau beranda kamar di lantai atas. Desain dan warna tanaman perlu diperhitungkan agar semakin cantik. Bila perlu, carilah referensi desain sebanyak mungkin. Pastikan posisi yang dipilih tidak membahayakan orang-orang yang lewat di sekitarnya, terutama anak kecil.

Jenis tanaman

Tidak semua tanaman cocok untuk vertical garden. Baiknya Anda memilih tanaman dengan karakteristik yang bisa tumbuh tegak dan merambat. Seperti soapwort, lipstick plant, kuping gajah, hosta, sirih merah, lily paris, begonia, mandavilla, dollar plant, tanduk rusa, pakis pedang, dan masih banyak lagi. Masing-masing punya pola yang unik dan warna-warna yang apik. Bila tak ingin repot dan susah, pilih saja tanaman yang gampang perawatannya. Jika Anda ingin mencoba tanaman sayur, kucai, tomat dan cabai bisa ditanam. Atau Anda sudah punya pilihan tanaman sendiri?

Konstruksi

Besar kecilnya vertical garden tergantung dari luas media yang Anda pilih. Semakin besar media semakin banyak pula bahan dan langkah persiapan. Hitung ukuran dinding, dan sesuaikan dengan ukuran konstruksi kerangka yang akan ditempelkan ke dinding.

Dinding beton bertulang merupakan pilihan yang paling cocok untuk jenis taman satu ini. Anda juga harus menata kantong-kantong tanaman berupa pot. Memanfaatkan pipa panjang yang diberi banyak lubang sebagai pot juga pilihan menarik. Tinggal memasukkan tanaman ke dalam lubang-lubang tadi.

Ukur jarak antar tanaman agar mempermudah sistem irigasi dan penyerapan air. Irigasi bisa dibuat manual atau otomatis menggunakan timer, agar Anda tak kerepotan menyiram tanaman setiap saat. Jangan lupa berikan pupuk sesuai jenis tanaman. Terakhir, faktor cahaya, kelembapan udara, dan kebutuhan air sangat menentukan sehat tidaknya vertical garden. Selamat mencoba. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments