1110

Cara Fun Ajarkan Anak Tentang Seks

Seks bukan lagi hal tabu untuk dibicarakan. Bahkan anak-anak perlu tahu mengenai seks sejak dini. Pengetahuan seks yang benar dapat melindungi anak dari pelecehan seksual.

Menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), ada 116 kasus kekerasan seksual pada anak pada tahun 2017. Pelaku justru mayoritas datang dari orang-orang terdekat. Seperti kakek, ayah tiri, paman, atau teman-teman. Mengerikan bukan?

Sebagai orang tua yang waspada, ada baiknya kita mengenalkan pendidikan seks sejak dini. Tak perlu pusing bagaimana caranya agar anak mengerti. Kita bisa mengakalinya lewat kegiatan sehari-hari di rumah. Beraktivitas seperti biasa dengan menyelipkan pesan-pesan sederhana. Inilah beberapa contohnya.

Ajarkan rasa malu

Anak membutuhkan praktek langsung yang bisa dilihat dan dirasakan untuk mengerti apa itu malu. Biasakan untuk mengenakan pakaian yang sopan dan tidak terlalu terbuka. Jika mandi atau sekadar buang air kecil, pastikan pintu kamar mandi selalu tertutup. Berganti pakaian juga tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Ajak anak untuk memilih ruang tertutup seperti kamar tidur. Begitu pula saat berenang, membilas diri dan ganti baju tetap harus di ruang privat. Semakin dini Anda mengajarkan itu semua, semakin baik pula pemahaman anak soal malu.

Sebut organ vital dengan nama sebenarnya

Tak perlu menggunakan istilah lain seperti “burung atau titit”, sebut saja dengan penis dan vagina. Anak perlu mengetahui nama organ vital yang dimilikinya. Tanamkan pula, apa yang dia punya harus dia jaga. Pelan-pelan, Anda bisa menyelipkan pesan bagaimana cara menjaga kebersihan dan merawatnya. Terutama fungsi dari organ vital tersebut bila rusak dapat mengganggu kesehatannya. Pun tidak boleh dipegang sembarang orang karena akan berdampak pada psikisnya.

Temani anak saat bermain gawai

Jadikan gawai sebagai sarana hiburan dan sumber informasi. Tak ada salahnya melihat video tentang pendidikan seks bersama-sama. Sekaligus orang tua bisa membantu menjelaskan konten dari apa yang dilihat anak. Pastikan juga gawai telah tersaring dari konten-konten berbau pornografi atau tontonan orang dewasa.

Waspada pada orang-orang sekitar

Terangkan bahwa tidak semua orang boleh menyentuhnya, terutama organ vital yang ditutup baju dalam. Misal, hanya ayah, ibu, dan pengasuh yang boleh menemani pipis dan mandi. Selebihnya, bila ada orang lain yang ingin menyentuh, apalagi memaksa, anak harus teriak dan minta tolong. Ayah dan ibu juga bisa memberikan batasan menerima pelukan dan ciuman dari orang lain. Mana yang boleh dan mana yang tidak.

Terbuka dan diskusi

Jika ada pertanyaan dari anak tentang seks, jawablah dengan jelas tanpa perlu ditutup-tutupi. Anda hanya perlu menjelaskan dengan bahasa yang bisa diterima oleh anak-anak. Contohnya, mengapa ada bayi di perut mama, mengapa perempuan dewasa bisa haid, kenapa payudara membesar, kenapa dia punya penis, dan sebagainya. Berikan imajinasi sederhana bagaimana semua peristiwa tersebut bisa terjadi. Jadilah orang tua sebagai orang pertama yang tahu tentang kebutuhan seks anak sendiri. (LAF)

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments