0810

Etika Bergabung dalam Grup Wisata

Mengambil paket tur memang solusi jitu bagi Anda yang tak ingin repot mengurus akomodasi, transportasi, dan konsumsi selama liburan. Apalagi kalau Anda belum mengenal tempat tujuan. Namun bergabung dengan grup wisata yang sebagian besar berisi orang yang belum dikenal perlu “seni“ tersendiri. Ada etikanya.

Etika ini memang tidak tertulis, namun sebaiknya ditaati. Mengabaikan etika ini bisa membuat citra Anda buruk di depan anggota grup. Memang, sih, bisa jadi setelah liburan Anda tak akan bertemu mereka lagi. Namun selama liburan Anda tetap perlu perlu menjaga suasana liburan tenang dan nyaman. Siapa tahu, justru beberapa anggota grup bisa jadi sahabat liburan Anda.

Berikut adalah beberapa etika bergabung dalam grup wisata yang perlu Anda ketahui.

Disiplin

Paket tur wisata biasanya memiliki jadwal yang padat dan ketat. Bila Anda sengaja mengulur-ulur waktu dan terlambat berkumpul kembali setelah jalan-jalan di salah satu obyek wisata, satu grup pun akan ngaret. Bila sudah begini, jangan heran bila kunjungan ke lokasi lainnya juga terlambat. Jika keterlambatan sudah terlalu sering, bisa terjadi kunjungan ke salah satu destinasi wisata dibatalkan karena waktu kurang cukup.

Toleransi  

Kita tidak bisa menentukan orang-orang yang berada dalam satu grup. Artinya, anggota grup tur bisa jadi berasal dari daerah yang berbeda dengan kebiasaan dan gaya hidup yang berbeda. Jadi, selama dalam perjalanan, berikanlah waktu khusus bagi anggota grup tur yang ingin melakukan ibadah. Demikian pula jika salah satu anggota grup tur, misalnya, adalah seorang vegetarian, biarkanlah ia memilih makanannya sendiri.

Saling membantu

Anggota grup tur bisa datang dari berbagai kalangan usia. Bisa jadi ada kakek-nenek atau justru balita yang mengikuti tur wisata. Untuk itu, berikan waktu untuk istirahat bagi mereka jika kelelahan. Demikian juga jika Anda mengajak salah satu anggota keluarga yang sudah tua atau anak-anak, jangan memaksakan diri jika mereka kelelahan dalam perjalanan. Luangkanlah waktu untuk beristirahat. Tawarkan bantuan bila ada anggota grup yang terlihat kerepotan. Misalnya, membantu salah satu anggota untuk memotret dia dan keluarganya.

Komunikasi

Wisata dalam satu grup rawan bila ada anggota tur yang tersesat atau terpisah dari rombongan. Untuk mengantisipasi hal ini, sebaiknya buatlah kesepakatan dengan tour leader atau tour guide. Sebagai contoh, ketika akan berpisah dari rombongan, beritahukan lokasi yang Anda tuju dan mintalah arahan agar tidak tersesat. Carilah lokasi berkumpul dan tetap taati rencana perjalanan yang telah disiapkan.

Jika Anda berpisah dari rombongan, sebaiknya ambillah kartu nama hotel dan nomor kontak tour leader. Jadi, jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan, Anda selalu bisa kembali ke lokasi yang jelas atau menghubungi tour leader agar mudah kembali ke hotel atau lokasi yang dikenal. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments