foto-4

Bernostalgia ala Warga Bintaro

Nostalgia itu manis, lembut, namun kadang bikin deg-degan. Apalagi bila nostalgia itu melibatkan musik, bisa membuat jiwa kembali muda. Setidaknya itulah yang tampak pada acara  80’s/90’s Indonesian Sweet Memories yang dihelat di Musicafe, Bintaro Entertainment Center (BEC), Sabtu (30/9).

Musik yang tenar tiga dekade lalu ternyata masih mampu menggoyang panggung dan tubuh para pengunjung. Ditambah dengan alunan suara dari para musisi yang memopulerkan lagu tersebut, suasana malam itu benar-benar “panas.”

Bertabur bintang

Memang, musisi-musisi top Indonesia dari genre jazz serta dari era 1980-an & 1990-an kerap tampil pada acara-acara spesial Musicafe. Namun acara kali ini bak ajang reuni musisi-musisi top Indonesia dari era tersebut.

Kiri ke kanan: Irianti Erningpraja, Deddy Dhukun, Mus Mujiono, Adjie Soetama.

Tampak pada malam itu, Agus Wisman yang populer melalui Elfa’s Singer, Yana Julio yang juga rekannya di Elfa’s Singer, Deddy Dhukun yang dikenal melalui K3S (Kelompok Tiga Suara). Ita Purnamasari, lady rocker Indonesia, dan Mus Mujiono yang dijuluki George Benson Indonesia, Irianti Erningpraja yang selain penyanyi juga komposer, juga terlihat sangat menikmati acara. Masih banyak lagi sederet nama top lainnya, seperti Adjie Soetama, Raymond Pahama, Ratu Ira, serta Raidy Noor.

Dengan adanya penampilan para musisi top tersebut, tidak heran jika tiket acara seharga 250 ribu rupiah sudah ludes terjual empat hari sebelum acara.

Kejutan manis

Selfie dulu sebelum masuk.

Menjelang pukul 20.00 atau menjelang dimulainya acara, suasana lantai 1 di depan Musicafe ramai oleh pengunjung. Mereka sengaja menunggu di luar untuk menantikan kedatangan musisi-musisi idola mereka, dengan harapan bisa berfoto bersama. Pukul 20.00 lebih sedikit, presenter Ingrid Widjanarko, yang didaulat menjadi MC, membuka acara.

Kejutan manis terjadi di awal acara. Dari barisan penonton terlihat beberapa wajah yang tidak asing lagi di dunia musik di tanah air. Mereka adalah komposer dan musisi Addie MS yang datang ditemani oleh istrinya, Memes. Menemani keduanya adalah musisi Dwiki Dharmawan, pemilik sekolah musik Farabi yang juga penyelenggara event 80’s/90’s Indonesian Sweet Memories. Kejutan lain, Dwiki Dharmawan yang meski tidak masuk dalam barisan penampil, turut menyumbangkan keahlian bermain musik mendukung sejumlah penampil.

Memes, Dwiki Dharmawan, Addie MS, asyik menikmati nostalgia.

Meski para musisi penampil rata-rata sudah berusia kepala 5, tapi penampilan mereka tetap prima. Sejak dari penampil pertama hingga terakhir, tidak ada yang terlihat lelah. Bahkan mereka masih lantang melantunkan lagu-lagu hits masing-masing,  seperti masa mudanya dahulu.

Melihat penampilan para musisi yang enerjik dan bersemangat, para penonton pun terpancing untuk ikut tarik suara. Alhasil, di setiap aksi musisi selalu terjadi koor massal dari barisan penonton. Bahkan pada lagu-lagu yang kebetulan temponya up-beat, beberapa penonton berhamburan ke depan panggung untuk ikut menggoyangkan badan bersama para penampil.

Berkompetisi

Salah seorang peserta kompetisi menyanyi Sweet Memories.

Sebagai pemanasan, dua minggu sebelumnya, yaitu Sabtu (16/9) digelar kompetisi menyanyi lagu era 80-an dan 90-an di tempat yang sama. Kompetisi tersebut mendapat sambutan yang cukup hangat. Tak kurang dari 50 orang mengikuti kompetisi tersebut. Tampak beberapa perserta usia muda yang cukup lihai menyanyikan lagu-lagu era itu.

Kompetisi yang berlangsung dari siang hingga malam tersebut menghadirkan dewan juri yang tak kalah kredibel. Yaitu Adjie Soetama (pencipta lagu), Ratu Ira (penyanyi), Devi (TVRI), Wijoyo (produser acara Kesempatan Kedua TVRI), dan Kang Yan (arranger).

Sungguh acara musik yang keren dan berkelas. Bagi yang belum sempat menyaksikan secara langsung acara ini, jangan kecewa. Acara serupa rencananya akan digelar lagi dua minggu mendatang. Jadi, yang ingin ikut bernostalgia ala warga Bintaro harap bersiap-siap. [DOT]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Donny Trianto, Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments