2709

Jadi Mandiri dengan Cara Ayah

Mandiri adalah salah satu sikap yang sangat diperlukan untuk mencapai keberhasilan. Namun untuk membuat anak menjadi pribadi mandiri perlu proses pengasuhan yang tidak instan. Bukan hanya oleh ibu, tetapi juga ayah. Ada beberapa sikap yang harus diteladankan oleh ayah agar anak jadi mandiri.

Ayah sangat berperan dalam memcetak anak yang mandiri. Mengapa? Sederhananya, karena ayah seringkali dijadikan role model oleh anak-anaknya. Jangan sampai salah langkah, ayah harus tahu cara yang tepat untuk melatih anak menjadi mandiri.

Kenalkan tanggung jawab

Sikap mandiri bisa dimulai jika anak mengerti apa itu tanggung jawab. Ayah dapat mengenalkannya melalui kegiatan sehari-hari di rumah. Contoh mudahnya, buatlah kesepakatan bersama kapan anak bermain, belajar, menyelesaikan tugas sekolah, tepat waktu pulang sekolah, dan kegiatan lainnya. Ingatkan anak untuk terus melakukan tanggung jawabnya.

Selain kegiatan hariannya lebih terjadwal, anak tidak tergantung pada orang lain untuk mengingatkan aktivitas yang harus dilakukan. Dimulai dari kegiatan sehari-hari, ayah dapat terus meningkatkan nilai tanggung jawab pada bentuk yang lain.

Beri tantangan ringan

Tugas sekolah adalah tugas milik anak-anak. Ini adalah contoh tantangan paling sederhana. Jika anak-anak tidak bisa mengerjakan tugasnya, berikan arahan tetapi bukan mengerjakan tugas anak secara langsung. Biarkan anak berkembang menurut usahanya sendiri. Ini akan melatih kemandirian dan daya juang anak.

Ajaklah anak menjajal sesuatu yang baru. Misalnya dengan mengajari anak bermain sepeda. Tidak apa-apa jika anak jatuh, karena ia akan belajar untuk bangkit dan melawan rasa sakit. Doronglah anak mencoba hal-hal baru lainnya seperti bermain basket atau membuat mainannya sendiri dari bahan-bahan sederhana. Berikan apresiasi sederhana seperti toss atas hasil usaha anak ketika berhasil mencoba sesuatu yang baru, anak pun akan semakin bersemangat dan yakin pada dirinya sendiri.

Latih cari solusi

Tak perlu khawatir jika anak menemui masalah. Tak perlu pula segera mengambil alih, dengan harapan persoalan segera terselesaikan. Ayah dapat melakukan hal lain. Jika rantai sepeda anak lepas, biarkan dia membenarkannya sendiri. Biarkan dia menyusun permainan lego sesuai bentuk yang diinginkan.

Percayalah anak Anda bisa menemukan solusi untuk setiap persoalan yang dihadapi. Meskipun kadang solusi yang dipilih anak tidak sesuai dengan bayangan dan harapan ayah. Dari solusi yang satu ke solusi yang lain, anak belajar mana solusi yang paling baik untuk dirinya sendiri dan orang lain. Memang akan membutuhkan waktu yang lama dan menyita energi, tapi tak mengapa karena memang tidak ada proses belajar secara instan.

Bangun komunikasi

Seringkali sikap ayah cenderung lebih diam dibandingkan para ibu. Namun, bukan berarti ayah tidak peduli. Ayah pun bisa membangun komunikasi efektif dengan anak-anak. Contohnya, saat bermain bersama di halaman rumah atau mencoba sesuatu yang baru bersama anak-anak. Rasakanlah petualangan ini dan nikmatilah setiap momennya. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Etalase Bintaro/Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments