2609

Jurus Jitu Menangani Karyawan Bermasalah

Alangkah nikmatnya ketika anak-anak buah atau karyawan Anda adalah orang yang “manis“, rajin, kreatif, dan penurut. Sayangnya, kondisi tak selalu ideal. Ada masa di mana salah satu karyawan atau anak buah Anda menimbulkan masalah. Kalau ini terjadi, Anda harus sudah siap dengan jurus bijak untuk menghadapinya.

Kategori “bermasalah” ini sebenarnya bisa ditafsirkan berbeda-beda. Misalnya, tugas atau jabatan tidak sesuai dengan kemampuan dasar karyawan. Bisa juga karyawan sering berbuat onar dan berkonflik dengan karyawan lain. Atau bisa juga karyawan dianggap bermasalah karena sering melanggar peraturan perusahaan seperti menggunakan barang-barang kantor tanpa izin untuk kepentingan pribadi hingga kasus pencurian.

Terkadang sebagai atasan, kita menjadi serbasalah menghadapi karyawan yang bermasalah. Alasannya beragam, mulai dari kinerja karyawan yang cukup bagus meskipun membuat onar di lingkungan kantor. Ataupun karyawan tampak baik-baik tetapi ternyata diam-diam sering melanggar peraturan perusahaan. Namun, tak mungkin juga karyawan bermasalah diabaikan berlama-lama karena bisa saja terjadi masalah yang lebih besar lagi. Untuk itu, berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa jadi pertimbangan ketika menghadapi mereka yang bermasalah.

Kenali akar masalah

Sebagai atasan, janganlah langsung menghakimi seorang karyawan. Pun janganlah hanya mendengar laporan dari 1-2 orang kemudian langsung menindak tegas karyawan yang dianggap bermasalah. Anda sebaiknya terjun ke permasalahan untuk mengetahui penyebabnya. Ada banyak faktor seorang karyawan dianggap bermasalah. Bisa jadi sebenarnya karyawan “bermasalah” menjadi korban karyawan lainnya. Ambil contoh, seorang karyawan bermaksud menutupi kesalahan karyawan lain tetapi justru ia yang dimusuhi dan dijauhi. Untuk itu, Anda perlu benar-benar memahami pokok permasalahan yang sebenarnya dan melihat dari sudut pandang obyektif.

Petakan efek

Kejelian diperlukan ketika menghadapi karyawan yang dianggap bermasalah. Bisa jadi masalah yang ditimbulkan seorang karyawan hanya sepele. Namun, dibesar-besarkan oleh sekelompok karyawan lain yang kurang menyukai karyawan “bermasalah”. Atau bisa jadi, masalah yang ditimbulkan karyawan sangat besar, tetapi hanya terlihat samar. Sebagai atasan atau pimpinan, Anda pun perlu memahami dan mengenal secara lebih mendalam kompleksitas dan konteks masalah.

Bicarakan secara personal

Bila karyawan dari berbagai sisi memang “bermasalah” dan bisa membahayakan perusahaan, janganlah terburu-buru mengambil keputusan. Sebagian karyawan melakukan kesalahan tetapi tidak tahu jika hal-hal yang dilakukannya salah. Jadi, sebaiknya panggil dan tegurlah karyawan baik-baik. Bicarakan secara personal dan hindari marah-marah di depan banyak orang. Tidak hanya menegur, berikan solusi terbaik untuk karyawan agar mengubah sikapnya. Bila perlu, beri surat peringatan.

Beri waktu

Setiap orang yang menyadari kesalahannya, perlu waktu untuk berubah. Termasuk juga bila di antaranya adalah karyawan Anda. Anda bisa memberikan batas waktu, misalnya 1-3 bulan, untuk karyawan bermasalah memperbaiki sikap. Selama dalam waktu perbaikan diri, lakukan observasi pada karyawan tersebut.

Langkah terakhir

Ada jenis karyawan yang mau mengubah diri tetapi ada juga karyawan yang tetap bebal meskipun sudah ditegur keras. Untuk itu, diperlukan kebijakan dan ketegasan Anda dalam menindak karyawan. Bila karyawan memang tidak sesuai dengan posisi dan tugasnya, Anda bisa memindahkan karyawan tersebut ke divisi lain yang lebih cocok. Ini bisa jadi salah satu solusi. Namun, jika tingkat kesalahan cukup parah dan karyawan tidak mau berubah hingga surat peringatan ketiga, apa boleh buat, karyawan semacam ini memang kadang kala perlu dikeluarkan dari perusahaan. Daripada memberi pengaruh yang tidak baik kepada karyawan lain.[KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments