2009

Tak Perlu Cemas Saat Terpaksa Jadi Single Parent

Menjadi single parent (orang tua tunggal) memang tak mudah. Namun banyak orang sukses, bahkan tokoh dunia, yang diasuh oleh orang tua tunggal. Salah satunya Barack Obama, mantan presiden Amerika Serikat. Jadi, jangan berkecil hati ketika Anda terpaksa membesarkan buah hati sendirian. Anda dan si kecil bisa sama-sama sukses. Percayalah!

Khusus Anda para wanita, menjadi single parent tentu ada tantangannya sendiri. Bahkan ada idiom, the poor has a woman face. Ibu harus berperan ganda, sebagai ayah dan ibu bagi anak-anaknya, pun menjadi kepala keluarga dan tulang punggung ekonomi. Lalu, apa yang harus dilakukan agar ibu single parent tetap menjadi sosok yang ideal bagi anak-anak?

Rencanakan keuangan

Jelas menjadi single parent adalah single fighter. Karena sekarang pemasukan hanya datang dari satu arah, sebisa mungkin pengeluaran harus terukur dan terencana. Seperti kelanjutan pendidikan anak-anak, belanja bulanan, hingga urusan liburan dan investasi. Susunlah anggaran pengeluaran untuk tiap minggu atau bulanan.

Jika Anda memiliki pekerjaan dengan waktu bekerja yang fleksibel, mungkin tidak terlalu masalah. Namun bila Anda bekerja di sebuah perusahaan dengan jam kerja yang cukup padat, cobalah membicarakan kebutuhan Anda kepada pimpinan. Tak perlu malu mengatakan kepada rekan kerja bahwa Anda adalah orang tua tunggal. Dengan memberikan informasi tersebut, mereka akan relatif lebih mengerti akan kebutuhan waktu Anda.

Dukungan orang terdekat

Selain dari ayah kandung, anak juga dapat mengenal peran ayah atau laki-laki dari keluarga terdekat, misalnya kakek, om, atau pakde. Jadi perlu malu meminta dukungan dari mereka. Selain itu, Anda juga perlu sesekali curhat pada keluarga terdekat atau sahabat. Mungkin mereka tidak bisa memberikan bantuan secara langsung, tetapi percayalah dengan mengungkapkan isi hati, beban di hati akan terkurangi. Anda bisa merasa sedikit lega kan?

Bedakan voice dan noice

Harus diakui tidak semua orang bisa menerima peran kita sebagai single parent. Sindiran, gosip, dan omongan tak enak lainnya harus siap didengar. Di sinilah kuncinya Anda harus bisa membedakan mana voice dan noice. Mana yang positif, mana yang negatif. Mendengarkan masukan yang positif memang akan membuat jiwa kita lebih sehat. Tetap tegar dan teruslah berjalan.

Jadi decision maker 

Karena menjadi kepala rumah tangga, segala keputusan ada di tangan Anda. Bila anak sudah cukup mengerti, ada baiknya Anda mengajak anak-anak untuk berunding dalam beberapa keputusan, terutama yang menyangkut kepentingan anak. Berikan sebanyak mungkin konsekuensi dari keputusan yang dipilih. Hal ini akan berdampak positif untuk ibu dan anak. Selain semakin memperhangat hubungan ibu dan anak, anak juga dapat belajar untuk mengurai masalah.

Peran ganda

Buktikan bahwa Anda mampu melakukan banyak hal. Mulai dari menyetir mobil, membetulkan bagian rumah yang rusak, mengangkat galon air, dan aktivitas yang dinilai maskulin lainnya. Bila Anda memiliki anak laki-laki, ajak mereka untuk memancing, bermain bola, menerbangkan layang-layang, main kelereng, temani dia berlatih naik sepeda, dan lain-lain. Dunia anak menjadi lebih beragam, dan jangan lupa untuk mengajarinya sebagai pribadi yang mandiri.

Selain itu, Anda juga harus memiliki peran proteksi agar anak tetap merasa aman dan nyaman secara psikologis. Dengan rasa aman dan nyaman, anak akan lebih percaya diri dan tidak minder dengan keadaannya. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments