1309

Perlu Diketahui Orang Tua Saat Memberikan Gadget pada Anak

Gadget atau gawai, saat ini sudah seperti kebutuhan pokok. Bukan hanya sebagai alat komunikasi, gawai juga digunakan sebagai piranti mencari informasi, hiburan, hingga sosial. Pun bagi anak-anak. Kebutuhan untuk memberikan gawai pada anak-anak tak bisa dihindari. Namun memberikan gawai pada anak yang belum memiliki kesadaran atau filter terhadap derasnya arus informasi bisa membuat orang tua was-was. Agar anak dapat bijak menggunakan gawai, ada beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua.

Gawai dengan fitur sesuai kebutuhan

Bantu anak untuk memilih gawai. Anda perlu menyesuaikan gawai dengan kebutuhan anak. Jika komputer di rumah dengan akses internet sudah cukup membantu kegiatan belajarnya, smartphone yang dipilih tidak perlu terlalu canggih. Sekadar bisa digunakan untuk telepon, SMS, Whatsapp, Line, atau aplikasi tertentu, sebenarnya sudah cukup. Dampingilah anak-anak ketika akan mengunduh fitur-fitur tertentu dari toko aplikasi dalam gawai. Pastikan fitur yang diunduh sesuai dengan usia anak-anak dan bermanfaat. Selain itu, sebagai orangtua tetaplah usahakan agar anak tidak berlama-lama di depan gawai, tetapi ajaklah anak-anak untuk melakukan aktivitas lainnya.

Setting search engine dan media sosial

Ketimbang kita kecolongan dengan tontonan yang tidak pantas, lebih baik kita proteksi anak-anak. Cara setting untuk filter mesin pencari dan media sosial umumnya tidak jauh berbeda. Buka masing-masing aplikasi dan klik “setting”, ikuti petunjuk selanjutnya. Beberapa mensyaratkan adanya kata kunci (password), yang tentunya tidak perlu diberitahu ke anak. Kita juga bisa memberikan batasan video yang bisa dilihat sesuai umur. Sebut saja 17 tahun ke bawah. Dengan begitu anak-anak hanya akan menyaksikan video dalam batas kewajaran.

Pastikan situs-situs yang hanya dikonsumsi orang dewasa telah diblokir. Batasi pula jenis game yang telah diunduh anak. Sebaiknya ajaklah anak membuat kesepatakan untuk bermain game. Misalnya, belajar 2 jam dulu, baru setelah itu bermain game selama 1 jam, kemudian tidur malam. Atau bermain game hanya boleh dilakukan ketika libur sekolah.

Bantu pilih game online

Ada banyak game online yang “baik”, yang bisa menjadi pilihan. Beberapa di antaranya seperti Kid Mode: Free Games + Lock, HomeTube, Kids Palace, Kakatu, dan sebagainya. Referensi game yang edukatif bisa kita dapat di internet. Ingat, tetap pilih jenis game sesuai umur anak. Anak yang masih dibawah umur 2 tahun tidak disarankan untuk melihat layar gawai terlalu lama, karena akan mengganggu perkembangan visual dan kecerdasan motoriknya. Sementara itu, anak usia sekolah tidak baik mengkonsumsi game yang berisi konten kekerasan. Permainan yang dijalankan oleh dua orang atau lebih diperbolehkan, tetapi perhatikan apabila sudah menimbulkan persaingan yang tidak sehat.

Beri Alternatif

Pada dasarnya gawai adalah alat komunikasi, bukan untuk hiburan semata. Ajak anak bicara mengenai kegunaan gawai dengan bijak. Penggunaan gawai yang berlebihan hanya akan merugikan dirinya sendiri. Misalnya dia tidak bisa bermain di luar dengan teman-teman, tidak banyak ngobrol dengan orangtua dan adiknya, dan juga tidak bisa mengamati keadaan sekitarnya dengan baik.

Untuk itu, sebagai orangtua Anda pun perlu aktif melibatkan anak-anak dalam aktivitas sehari-hari. Doronglah anak agar mau melakukan aktivitas fisik seperti bermain kejar-kejaran bersama teman-temannya atau memelihara hewan kesayangan. Ini akan membuat aktivitas anak tidak hanya terpaku pada gawai. Dan yang terpenting, berilah teladan yang baik pada anak. Anda juga jangan terpaku pada gawai ketika berinteraksi dengan si kecil. Saat bermain dengan anak, dedikasikan waktu Anda seratus persen untuk mereka, tanpa diganggu oleh gawai. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments