jembatan_flickr

Tayan, Eksotisme Kalimantan Barat

Nama Tayan Hilir mungkin jarang terdengar oleh Anda. Padahal salah satu kecamatan di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, ini memiliki porsi dalam sejarah Nusantara. Dan yang pasti, di sini menyimpan banyak potensi alam dan wisata.

Persoalan yang harus dihadapi Tayan memang tak berbeda dengan wilayah-wilayah terpencil Indonesia lainnya, yakni kesulitan akses. Baru pada Maret 2016 lalu lintas dari dan menuju Tayan Hilir menjadi lebih mudah dan cepat. Yaitu setelah selesai dibangunnya Jembatan Tayan. Jembatan yang sekilas mirip dengan jembatan Sydney Harbour di Australia ini, melintang di atas Sungai Kapuas dan terbagi ke dalam dua bentangan. Bentangan pertama menghubungkan Kota Tayan dengan Pulau Tayan, sedangkan bentangan kedua menghubungkan Pulau Tayan dengan Desa Piasak.

Jembatan Tayan sementara ini merupakan jembatan terpanjang yang ada di Pulau Kalimantan dengan panjang bentangan mencapai 1.420 meter. Dengan ruas sepanjang itu, jembatan ini juga menjadi jembatan terpanjang kedua di Indonesia, setelah Jembatan Suramadu di Jawa Timur. Dengan adanya jembatan ini, waktu tempuh dari ibukota Kalimantan Barat, Pontianak, menuju wilayah Tayan dengan jarak kurang lebih 120 kilometer menjadi sekitar 2-3 jam.

Dengan lebih mudahnya akses ke Tayan, cobalah Anda berwisata ke sana.  Selain pemandangan alam, wilayah ini juga menyimpan kekayaan budaya dan sejarah. Pemerintah Kabupaten Sanggau sudah mencatat sejumlah obyek wisata yang menarik di sekitar wilayah Tayan Hilir. Berikut dua tempat wisata yang sempat EBIN datangi.

Air Terjun Ensiling

Air terjun yang bisa menjadi tempat wisata keluarga.

Sesuai namanya obyek wisata ini terletak di dusun Ensiling, tepatnya di Desa Lumut. Obyek wisata air terjun ini cukup menarik sebagai tempat rekreasi keluarga. Air terjunnya pun tidak membahayakan karena cukup landai.

Posisi obyek wisata air terjun Ensiling ini agak masuk ke dalam hutan. Untuk mencapainya, pengunjung harus berjalan kaki sekitar setengah kilometer dari tempat parkir mobil. Untungnya, jalan setapak cukup bersahabat.

Sepanjang jalan menuju air terjun terdapat banyak warung yang memungkinkan pengunjung beristirahat sejenak atau mendapatkan segala fasilitas yang dibutuhkan untuk piknik. Semakin dekat ke lokasi air terjun jumlah warung semakin banyak, dan pengunjung pun bebas memilih tempat untuk duduk-duduk di sekitar jalur air terjun, atau berfoto-foto di bebatuan di tengah arus air terjun yang sudah tidak begitu deras. Pada hari-hari libur, obyek wisata ini selalu dipenuhi pengunjung.

Keraton Tayan

Keraton yang memiliki nilai sejarah.

Salah satu obyek wisata di Tayan Hilir yang penting dan tidak boleh dilewatkan adalah Keraton Tayan. Yaitu bangunan tempat tinggal raja-raja Tayan jaman dahulu. Kerajaan Tayan yang disimbolkan dengan Keraton Tayan ini merupakan cikal bakal berdirinya Kota Tayan.

Menurut cerita, kerajaan Tayan didirikan oleh putra dari Prabu Brawijaya bernama Gusti Lekar yang meninggalkan Kerajaan Tanjungpura lantaran sering terjadi peperangan. Ada yang menyebutkan Gusti Lekar mendapat misi menyelamatkan benda-benda pusaka Kerajaan Tanjungpura. Misi ini membawanya mendarat di wilayah Tayan lalu mendirikan Kerajaan Tayan. Versi sebenarnya dari cerita sejarah tersebut belum dapat dipastikan.

Lokasi Keraton Tayan yang menjadi pusat Kerajaan Tayan ini berhadapan dengan dermaga Kota Tayan. Persis bersebelahan dengan Masjid Agung Tayan Hilir. Dermaga di hadapan Keraton Tayan inilah yang menjadi gerbang masuk ke wilayah Tayan Hilir sebelum adanya Jembatan Tayan.

Bangunan Keraton Tayan yang dinamakan dengan Keraton Pakunegara Kesuma ini merupakan salah satu dari lima cagar budaya yang ada di Kalimantan Barat. Untuk mengetahui seberapa tua umur Keraton, di halamannya terdapat sejumlah meriam bertuliskan tahun masehi 1698. Sayang, kondisi keraton dan bangunan sekitarnya kurang terawat karena hanya mendapat perawatan dari ahli waris Keraton serta warga sekitar. (DOT)

 

Foto-foto: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments