0609

Ayah, Berikan Aku Waktumu

Dalam sebuah keluarga, ibu kerap dianggap pengasuh utama dari anak. Sedangkan ayah hanya sebagai “peran pembantu”. Apalagi bila ayah adalah pencari nafkah satu-satunya. Semakin sedikit porsi ayah dalam mengasuh anak. Padahal semestinya baik ayah maupun ibu memiliki porsi yang sama dalam pengasuhan anak. Peran ayah untuk tumbuh kembang anak juga sangat esensial.

Peran ayah dalam pengasuhan anak adalah membantu memberikan rasa aman pada anak. Anak pun akan merasa lebih nyaman dan percaya diri. Bahkan, ayah yang memiliki kemampuan berpikir lebih logis bisa membantu memberikan solusi ketika anak sedang mengalami masalah. Ini membuat anak merasa terdorong untuk berpikir lebih mendalam ketika menghadapi masalah. Secara tidak langsung, anak akan mengasah kecerdasan intelektualnya.

Bermain bersama ayah juga menyumbangkan segudang manfaat. Mulai dari membantu mengasah kemampuan motorik anak, mendorong aktivitas eksplorasi anak, hingga mendorong sikap keberanian dan kemandirian anak.

Melihat betapa besarnya peran ayah dalam pengasuhan buah hati, tentunya para ayah perlu meluangkan waktu khusus untuk mengasuh anak. Ayah dan ibu perlu jadi tim yang kompak dalam merawat dan membesarkan anak agar anak mampu berkembang menjadi sosok yang cerdas, baik secara emosional maupun intelektual. Untuk itu, berikut ini adalah beberapa cara memanfaatkan waktu luang bersama anak untuk para ayah.

1/ Ikuti tahap tumbuh kembang anak. Jangan hanya ibu yang berperan. Ayah pun bisa menggendong buah hati yang masih bayi dan mengajaknya mengobrol. Meskipun hanya kata-kata sederhana, komunikasi antara ayah dan anak akan menghasilkan interaksi yang lebih hangat. Jika anak sedang belajar sepeda, ayah pun sebaiknya jangan lepas tangan, ayah bisa meluangkan waktu sejenak di akhir pekan untuk mengajari anak bersepeda.

2/ Komunikasi intensif dan efektif. Ayah bekerja dari pagi hingga malam di kantor bukan berarti bisa melupakan buah hati tersayang. Di sela-sela waktu bekerja, misalnya saat istirahat makan siang, ayah bisa menelepon anak di rumah. Jika anak sudah beranjak dewasa dan memasuki bangku sekolah, tak sempat menelepon pun tak apa. Ayah bisa mengirimkan pesan singkat untuk menyapa anak. Manfaatkanlah dan efektifkanlah alat komunikasi yang dimiliki  untuk menjalin hubungan keluarga yang lebih erat. Jika bisa video call atau panggilan video, lakukanlah video call.

3/ Memanfaatkan waktu luang. Ayah mungkin tiba di rumah usai bekerja saat larut malam. Namun, cobalah menyempatkan diri menyapa anak. Berikan ucapan selamat tidur untuk anak jika anak masih terjaga. Atau bisa juga menyempatkan diri bercakap-cakap dengan anak. Saat akhir pekan atau liburan, manfaatkanlah waktu untuk bermain bersama anak-anak. Bisa dengan mengajak anak bermain bola atau bermain air. Setiap waktu bersama anak sangatlah berharga, jadi janganlah sampai terbuang sia-sia dan anak tahu-tahu mereka sudah dewasa. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments