foto4

Kids Fair, Harinya Anak-Anak

Bagaimana gadget policy yang baik untuk anak? Bagaimana agar tumbuh kembang anak optimal? Semuanya lengkap dibahas pada acara Kids Fair, Let’s Play With Us. Bukan hanya ilmu untuk para orang tua, anak-anak pun dimanjakan oleh berbagai permainan. Ya, hari itu, Sabtu (26/8) semuanya milik anak-anak.

Tangisan, teriakan, celoteh anak-anak yang memenuhi lantai dasar gedung Titan Center, Bintaro, sejak pagi menegaskan bahwa acara hari itu memang untuk anak-anak. Merekalah ‘tamu kehormatan’ dalam acara yang diselenggarakan oleh Gerakan Peduli ASI sekitar Tangerang Selatan (GarASIkita).

Bermain, dunia anak

Dari kiri ke kanan: Bapak Satriya, Ibu Dhita, Zee Zee Shihab, MC.

Bagi anak-anak, bermain sangatlah penting. Itulah yang terungkap pada talkshow sesi pertama, bersama Ditha Rachman M. Psi, psikolog anak dan keluarga yang juga merupakan co-founder Riang Kemintang.

Ditha menyebutkan, bermain dapat mengaktifkan alat sensori learning skills, mengeksplorasi kecerdasan majemuk, mengelola stres, juga mengajarkan anak mengenai aturan sosial serta penanaman value. Sayangnya, perkembangan teknologi seperti gadget mengubah ajang bermain yang dulu dilakukan bersama-sama menjadi individual. Anak jadi asyik bermain sendiri dengan gadget-nya, begitu pula dengan teman-temannya.

Ratusan peserta serius mengikuti talkshow.

Namun tentu perkembangan teknologi tak bisa dibendung. Anak-anak, mau tak mau, hidup di era serba digital. Karena itu Anda tak perlu khawatir berlebihan. Justru sebaliknya, Anda bisa memanfaatkan era digital untuk menunjang perkembangan anak.

Ditha menyarankan, para orang tua untuk menyeimbangkan ragam aktivitas bermain. Bermain gadget bisa masuk ke dalam jadwal kegiatan di samping kegiatan lain, seperti bermain di alam, membaca buku, olahraga, dan lain lain. Dengan aturan main yang jelas, keseimbangan tersebut bisa terpenuhi.

Dr. Tiwi (berdiri) berbagi ilmu mengenai tumbuh kembang anak, ditemani Yasmine Wildblood.

Pada sesi kedua, dr. I Gusti Ayu Nyoman Partiwi, Sp.A, MARS atau yang disapa dr. Tiwi berbagi ilmu bagi para orang tua mengenai pentingnya tumbuh kembang pada 1.000 hari pertama kehidupan anak. Menurut dr. Tiwi, tumbuh kembang tergantung pada nutrisi, stimulasi, dan genetik.

Lingkungan dan pola asuh berperan besar dalam pematangan otak bayi. Sedangkan faktor genetik hanya memiliki sedikit peran. ASI, sebagai sumber nutrisi bayi juga memiliki peran yang sangat penting. ASI manusia memang diciptakan untuk perkembangan otak, sehingga tinggi laktosa. Berbeda dengan susu sapi yang tinggi protein.

Berbagai aktivitas

Runa Syahira, penyanyi cilik, ikut menyumbangkan suara.

Selain para orang tua mendapat ilmu yang banyak dari Ditha dan dr. Tiwi, anak-anak pun tak kalah senang. Mereka dihibur oleh lantunan merdu suara penyanyi cilik, Runa Syahira. Runa menyanyikan beberapa lagu andalannya, seperti “Kupu-Kupu“ dan “Menyanyi, Menari Bersamaku. “ Iramanya yang lincah dan melodinya yang riang, mengundang beberapa anak untuk ikut bergoyang.

Makin siang, acara makin seru. Anak-anak berebutan naik ke panggung ketika Kak Burhan, mulai mendongeng. Penguin pun jadi tokoh sentral cerita Kak Burhan.

Di ruang Mezzanine, acara juga tak kalah menghibur. Di sana, digelar lomba menghias cupcake, puppet show, dan sulap. Yang pasti, pada hari itu, orang tua dan anak-anak sama-sama senang. [YBI]

 

Foto-foto: Etalase Bintaro/Yudhanti

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments