2308

Berbeda Itu Indah, Nak

Sejatinya, apa yang ada di dunia ini memang berbeda. Bahkan bunga mawar di kebun pun bisa tak berwarna sama. Mengajarkan anak untuk melihat perbedaan dengan hati terbuka dapat memudahkan kehidupannya kelak. Anak-anak bisa berpikir lebih terbuka terhadap hal-hal baru. Mereka juga bisa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru. Ini dapat memudahkan mereka bila kelak harus tinggal di tempat lain atau bekerja di tempat yang berskala global.

Pada dasarnya, setiap anak tak memiliki prasangka. Sehingga mudah bagi mereka untuk menerima perbedaan. Sayangnya, pengaruh lingkungan, pengasuhan orang sekitar, media massa, dan sosial media dapat membuat anak terjebak dalam homogenitas. Apalagi anak mudah sekali terpengaruh. Mereka seperti spons yang mudah menyerap berbagai informasi, namun belum memiliki cukup keterampilan untuk menyaringnya.

Sebagai orang tua, Andalah filter bagi anak Anda. Anda perlu mengajarkan kepada anak-anak untuk bertoleransi dan menerima perbedaan sebagai suatu keindahan. Semuanya bisa dimulai dari rumah Anda sendiri.

Bukan masalah

Perbedaan bukan hanya soal agama atau ras. Namun segala aspek kehidupan. Mulai dari warna kulit, tinggi badan, atau sosial ekonomi. Anda harus menanamkan bahwa perbedaan bukanlah masalah dan merupakan hal yang biasa. Anda bisa mulai dengan dongeng-dongeng yang menceritakan tentang perbedaan. Atau dengan mengisahkan sejarah kemerdekaan Indonesia yang merupakan perjuangan dari Sabang hingga Merauke. Jadi, perbedaan dan keragaman inilah yang justru mempersatukan bangsa ini untuk merdeka.

Bijak bermedia sosial

Tidak setiap saat kita bisa berada di dekat anak, ada kemungkinan anak membuka media sosial yang menyebarkan kebencian. Berikanlah pemahaman pada anak, tidak semua konten di media sosial adalah benar, bisa jadi informasi yang dibaca adalah hoax. Berikan contoh pada anak Anda tentang ciri-ciri konten yang termasuk hoax. Jika anak merasa bingung membedakan, minta dia untuk berdiskusi dengan Anda atau guru di sekolah sebelum percaya dan menyebarluaskannya.

Libatkan Anak Dalam Kegiatan Sosial

Jika setiap hari anak Anda bersekolah formal dengan teman dan guru yang berlatar belakang sama, Anda perlu mengajaknya dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang dari asal yang beragam. Misalnya, mengajak ke tempat anak-anak disabilitas. Membantu perayaan Hari Kemerdekaan di kompleks Anda, juga bisa.

Ajak anak bertualang

Selain melihat keanekaragaman di museum, mengajak anak berkeliling langsung melihat daerah-daerah di Indonesia adalah pilihan yang tepat. Anak akan merasakan langsung betapa kayanya negeri ini. Ribuan suku, kepercayaan adat dan budaya telah lama hidup dan saling berdampingan. Anak bisa melihat ciri khas rumah tradisional, bahasa yang digunakan, makanan, upacara tradisional, tempat beribadah, kebiasaan masyarakat setempat, wisata yang ada, dan lainnya. Bila Anda memiliki cukup dana, Anda juga bisa mengajak anak untuk pergi ke luar negeri yang budayanya perbedaan dengan bangsa kita. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments