21-08

Trik Memangkas Bujet Transportasi

Tanpa Anda sadari, biaya transportasi bisa menggerus anggaran keuangan. Pemilihan alat transportasi yang kurang tepat sasaran, salah satu penyebabnya. Kendaraan bermotor yang awalnya kita kira akan memudahkan mobilitas, justru menyedot uang kita. Tetapi jangan cemas dulu, selalu ada celah untuk berhemat.

Umumnya, ketika mengambil keputusan untuk membeli kendaraan bermotor dengan asumsi akan lebih hemat, orang tidak memperhitungkan biaya pembelian dan pajak kendaraan bermotor. Untuk membeli sepeda motor misalnya, kita perlu mengeluarkan puluhan juta rupiah. Mobil bahkan lebih besar lagi, bisa mencapai ratusan juta rupiah. Padahal nilai kendaraan bermotor umumnya akan menurun.

Belum lagi biaya bahan bakar. Dalam 3-4 hari sekali, kendaraan pribadi ini perlu diisi BBM, jumlahnya bisa puluhan hingga ratusan ribu. Kalikan biaya BBM ini dalam sebulan, lalu kalikan dalam setahun. Misalnya, untuk sepeda motor, pengisian BBM dalam setahun adalah 10 kali (3 hari sekali dalam sebulan)x Rp 25.000x 12(bulan)= Rp 3.000.000. Kalikan umur kendaraan bermotor, kurang lebih 7 tahun, jumlahnya menjadi Rp 27.000.000. Tambahkan dengan pajak sepeda motor per tahun 7x Rp 300.000= Rp 2.100.000, perawatan per tahun 7x Rp 500.000= Rp 3.500.000 dan pembelian sepeda motor Rp 15.000.000. Tanpa sadar, pemilik kendaraan bermotor mengeluarkan bujet paling sedikit Rp 47.600.000 selama 7 tahun.

Untuk pemilik mobil, contoh pembelian awalnya adalah Rp 250.000.000. Pengisian BBM setahun adalah 10 (3 hari sekali dalam sebulan)x Rp 100.000x 12(bulan)= Rp 12.000.000. Dikalikan pemakaian mobil 7 tahun adalah sekitar Rp 84.000.000. Pajak kendaraan bermotor 7xRp 2.000.000= Rp 14.000.000. Perawatan per tahun 4 (servis rutin)x Rp 800.000x 7 tahun= Rp 22.400.000. Biaya tol per hari Rp 30.000x 25 (hari aktif dalam sebulan)x 12x 7 tahun= Rp 63.000.000. Jadi, pembiayaan untuk mobil pribadi adalah sekitar Rp 433.400.000 juta selama 7 tahun.

Biaya ini belum termasuk dengan pengeluaran jika Anda bepergian ke luar kota, biaya parkir mobil atau sepeda motor, penggantian sparepart jika ada kerusakan, dan biaya aksesoris mobil atau sepeda motor.

Bukan berarti Anda tidak boleh membeli mobil atau sepeda motor. Namun, pertimbangkanlah seberapa penting pemakaian mobil dan sepeda motor. Perlukah memiliki mobil atau sepeda motor hingga 3-4 unit dalam 1 keluarga?

Sebenarnya ada cara-cara berhemat untuk transportasi yang bisa dilakukan. Memang mungkin sedikit tidak nyaman. Namun setelah terbiasa, bisa jadi Anda justru menikmatinya. Berikut ini adalah di antaranya.

1/ Gunakanlah sarana transportasi umum yang bersifat massal. KRL adalah salah satu contohnya. Di sekitar Bintaro sendiri telah tersedia tiga stasiun yang cukup nyaman, seperti Pondok Ranji, Jurangmangu, dan Sudimara. Anda tinggal pilih stasiun mana yang terdekat dengan rumah Anda. Anda juga bisa menggunakan angkutan umum lainnya, seperti shuttle bus yang disediakan pengembang untuk menuju jantung Jakarta. Setelahnya, Anda bisa menggunakan bus transjakarta.

2/Alih-alih sepeda motor atau mobil, gunakan sepeda untuk menjangkau pusat transportasi seperti stasiun KRL, pick up point shuttle bus. Beberapa tempat tersebut sudah menyediakan tempat parkir sepeda.

3/ Terapkan sistem “nebeng”. Jika Anda mempunyai tetangga yang satu arah kantor atau kampus, tidak ada salahnya berangkat bersama dengan satu kendaraan. Misalnya, hari ini Anda dan tetangga bepergian dengan mobil tetangga. Esok Anda dan tetangga bepergian dengan mobil Anda.

4/ Biasakan jalan kaki untuk menjangkau lokasi dengan jarak hingga 1 kilometer. Jalan kaki selain menyehatkan, juga akan membakar kalori dan menghemat BBM. Untuk jarak antara 1-3 kilometer, gunakan sepeda. Di atas 3 kilometer hingga 5 kilometer, gunakan sepeda motor. Di atas itu, gunakan sarana transportasi massal. Gunakan mobil pribadi untuk kawasan yang sulit dijangkau sarana transportasi massal. Dengan cara ini, Anda bisa mengefisienkan pengeluaran untuk transportasi dan membuat aktivitas tubuh lebih banyak. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments