1108

Belajar Memaafkan Agar Fisik Tak Ikut Sakit

Berat di bibir, apalagi di hati. Itulah memaafkan. Terlebih saat Anda begitu marah, kecewa, sedih, dan tersakiti baik secara fisik atau mental. Yang tersisa hanyalah perasaan membenci. Jika dibiarkan, lama-kelamaan sikap tidak mau memaafkan ini bisa menjadi dendam. Keadaan ini sedikit demi sedikit bisa menggerogoti mental dan fisik Anda. Agar maaf dapat keluar dari hati, marilah mulai belajar memaafkan. Tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin.

Psikosomatis, itulah istilah bagi penyakit yang ditimbulkan karena tekanan psikologis. Dengan menyimpan dendam dan benci, Anda akan menyakiti fisik Anda. Orang-orang di sekitar Anda yang tidak bersalah pun, bisa terkena  ‘batunya ‘. Untuk itu, mari kita belajar memaafkan dengan cara-cara ini.

1/Melihat secara obyektif. Untuk beberapa kasus, suatu konflik bisa terjadi karena, kita  memberikan respon yang kurang tepat sehingga membuat persoalan jadi runyam. Jadi, lebih baik lihatlah persoalan pemicu konflik dari sudut pandang berbeda. Sering kali terjadi, persoalan terpicu karena kedua belah pihak memberikan aksi atau reaksi yang tidak tepat. Dengan melihat dari sudut pandang berbeda, hati Anda bisa sedikit lebih tenang.

2/ Mencari hikmah. Gali terus pelajaran dan pengalaman apa yang bisa Anda dapatkan dari kejadian yang Anda alami. Rasa sakit hati bisa membuat Anda lebih dewasa dan belajar sesuatu. Cobalah luangkan waktu untuk merenungkan hikmat tersebut.

3/ Tidak mengetahui jika salah. Orang yang bertingkah menyebalkan atau menyakiti orang lain, mungkin ia melakukannya tanpa sadar. Ia tidak tahu hal-hal yang ia lakukan itu salah dan berdampak negatif pada orang lain. Untuk itu, jika seseorang menyakiti kita, katakanlah padanya bahwa sebenarnya Anda tersakiti dan mintalah agar ia tidak mengulangi hal yang sama. Bicarakan hal ini dalam kondisi yang netral, jangan dalam suasana yang masih memanas atau penuh konflik.

4/ Memaafkan tapi tidak melupakan. Sikap memaafkan mungkin sulit. Namun, lebih sulit lagi untuk melupakan. Kesalahan orang lain bisa jadi masih teringat hingga sekarang meskipun kejadiannya sudah berpuluh tahun lalu. Meskipun sulit, cobalah memaafkan dan menerima semua hal yang terjadi sebagai bagian dari perjalanan hidup Anda. Mungkin memang tak mungkin untuk melupakan, tetapi hal tersebut akan menjadi pelajaran yang sangat berharga. Jika Anda sulit melupakan, tidak masalah, yang paling penting, Anda bisa menyikapi dengan bijak jika terjadi hal serupa yang menyakitkan seperti pada masa yang telah lalu.

5/ Sadari bahwa Anda manusia biasa. Anda bisa punya rasa marah dan benci, tapi Anda bisa juga menyebabkan orang lain sakit hati dan menderita. Dengan menyadari bahwa Anda juga bisa melakukan hal yang sama, bisa membuka rasa empati Anda dan sedikit mengikis rasa benci.

Memang tak akan pernah mudah untuk merelakan kehilangan, kesakitan, dan luka hati karena sikap atau perbuatan orang lain. Sulit memang, untuk memaafkan karena sakit hati yang besar. Namun jangan sampai Anda rugi dua kali. Yaitu, sudah tersakiti secara psikis, juga tersakiti secara fisik. ‘Bola ‘ ada di tangan Anda. Tergantung Anda akan menggulirkan ke mana. Menyimpan sakit hati, atau memaafkan lalu move on. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments