0808

6 Cara Agar Freelancer Tak Pernah Kekurangan Uang

Bila Anda memiliki keahlian tertentu, menjadi pekerja lepas atau freelancer merupakan alternatif pekerjaan yang cukup menjanjikan. Anda bisa bebas mengatur waktu, tak terikat oleh jam kantor yang ketat. Anda pun bisa bekerja dari mana saja, rumah, taman, atau kafe. Namun karena sifat pekerjaannya yang tidak tetap, maka pendapatan yang diperoleh pun tentu tidak tetap. Agar tak gigit jari ketika  ‘order ‘ sedang sepi, freelancer harus lebih cerdik mengatur keuangan dibanding mereka yang punya pekerjaan tetap.

Meski demikian, bukan berarti pekerjaan tanpa ikatan ini memiliki pendapatan yang lebih kecil daripada gaji tetap bulanan atau mingguan. Bahkan, seringkali pekerjaan di luar kantor memiliki nilai pendapatan yang fantastis. Namun, karena sifatnya yang tidak tetap -kadang ada, kadang tidak ada- dibutuhkan perencanaan keuangan yang baik. Pasalnya, selalu ada unsur ketidakpastian dalam pendapatan.

Berikut beberapa kiat mengelola keuangan bagi Anda yang bekerja dari rumah:

1/ Hitung rata-rata pendapatan Anda

Pertama, ketahui rata-rata pendapatan kotor yang biasa Anda bisa hasilkan dalam kurun waktu satu bulan. Ini penting karena banyak pengeluaran wajib yang mempunyai tempo pembayaran sebulan sekali, misalnya bayar seewa rumah, listrik dan air, cicilan-cicilan, dan sebagainya. Mungkin akan ada turun-naik dalam jumlah pendapatan riil yang Anda terima nantinya, sehingga akan lebih aman untuk menghitung pendapatan rata-rata minimal. Apabila ada kelebihan pendapatan, Anda bisa menghitungnya sebagai tabungan atau dimasukkan dalam dana cadangan.

2/ Menyisihkan dana cadangan terlebih dahulu

Ketidakpastian membuat para pekerja lepas harus selalu siap sedia terhadap segala kemungkinan. Untuk itu, penting memotong pendapatan yang Anda terima dari awal, untuk dana cadangan. Sifatnya hampir sama dengan tabungan, tapi dana ini harus bisa dicairkan secara cepat ketika dibutuhkan, terutama ketika fee berikutnya tak kunjung tiba padahal Anda harus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jumlahnya tentu terserah Anda, namun untuk lebih aman disarankan Anda memotong 50% dari setiap pendapatan untuk dana cadangan ini. Sisanya baru Anda pergunakan sebaik mungkin untuk memenuhi kebutuhan rutin maupun tidak rutin.

3/ Buat prioritas anggaran terutama bagi pos pengeluaran wajib

Kebutuhan-kebutuhan wajib yang harus diselesaikan tentu berbeda antara Anda yang masih single dan yang sudah berkeluarga. Namun, Anda tentu sudah mengetahui dengan baik biaya apa saja yang harus diprioritaskan. Mulai dari biaya rumah, biaya listik dan air, biaya aneka cicilan termasuk kartu kredit, dan terutama adalah biaya belanja kebutuhan pokok (pangan dan domestik). Apabila semua kebutuhan wajib tersebut tidak bisa dipenuhi dari satu pos pendapatan, maka Anda harus bisa menghitung dengan cermat mana-mana saja yang perlu diselesaikan terlebih dahulu. Seimbangkan antara pengeluaran kebutuhan pokok sehari-hari dan kebutuhan rutin wajib di luar kebutuhan pokok.

4/ Hindari berhutang

Karena sifat pendapatan Anda yang tidak pasti, maka kecil kemungkinan Anda untuk berhutang pada lembaga resmi, seperti bank, koperasi simpan pinjam. Karena mereka umumnya mensyaratkan pendapatan rutin bulanan. Namun, tentu masih banyak jalan yang terbuka untuk berhutang, misalnya hutang ke teman atau saudara. Anda harus mewaspadai hal ini kecuali Anda benar-benar yakin bisa menyelesaikan hutang Anda tepat waktu. Usahakan untuk bergaya hidup yang tidak berlebihan agar tidak terlilit hutang yang bisa membelit Anda dikemudian hari.

5/ Tentukan tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang

Agar Anda memiliki motivasi lebih untuk sukses, tentukanlah tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Rencana-rencana besar seperti memiliki rumah idaman, traveling ke berbagai destinasi wisata, dana pendidikan bagi anak hingga persiapan hari tua bisa menjadi rencana jangka panjang yang akan bisa menjaga semangat Anda tetap di “jalan yang benar”. Apalagi dengan naik-turunnya pendapatan yang tentu tidak se-stabil mereka yang memiliki pekerjaan tetap.

6/ Jangan lupa untuk berinvestasi

Satu hal yang membuat pekerja lepas sangat mungkin lebih sukses dari pekerja tetap adalah tingkat kewaspadaan yang tinggi karena merasa berada di luar zona aman. Karena merasa tidak stabil, maka banyak wirausaha, freelancer, dan sebagainya, yang menanam uangnya sebagai investasi.

Anda bisa mulai dengan jenis investasi yang Anda mengerti dan yang Anda percaya. Misalnya memberikan modal pada potensi usaha yang sedang berkembang di lingkungan sekitar Anda atau investasi pribadi seperti emas, reksadana, dan sebagainya. Selain itu, yang tak kalah penting untuk Anda siapkan berikutnya adalah investasi kesehatan. Karena Anda tak pernah tahu kapan Anda jatuh sakit dan menjadi kurang produktif. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments