0508

Profesi di Balik Kopi yang Makin Dicari

Bisnis kopi diprediksi akan makin bersinar. Semaraknya kedai-kedai kopi yang relatif tak pernah sepi pengunjung menjadi salah satu pertandanya. Di Bintaro saja, jumlah kedai kopi mencapai puluhan. Seiring dengan itu, profesi di sekitar kopi juga mendapat tempat tersendiri. Peramu kopi tak hanya dipandang sebagai penyaji, namun juga seniman. Karena itu, bernilai tinggi. Hal ini membuat profesi di sekitar kopi makin dihargai.

Salah satunya adalah barista. Merekalah para maestro di balik sajian kopi. Seringkali profesi ini dianggap sederhana. Mungkin ada orang yang berpikir, apa istimewanya profesi meracik dan menyajikan kopi?

Namun, jangan salah. Profesi ini layaknya juru masak di balik kenikmatan rasa. Sekali salah racik , bisa runyam semua rasa kopi. Kopi bisa saja terlalu encer, aroma gosong menyengat, atau justru nyaris tak terasa karena campuran susu terlalu banyak. Rasa kopi bisa saja aneh dan membuat orang enggan menikmatinya lagi.

Jenjang karier

Jika melirik profesi barista, mungkin kita bertanya-tanya, apa istimewanya? Bagaimana jenjang kariernya? Bagaimana prospek profesi ini untuk ke depannya? Moeljono Soesilo, Global Coffee Expert & Founder of Viva Barista, menuturkan keunggulan profesi barista.

“Barista sekarang profesi yang ‘seksi’. Kalau bisa konsisten di jalur ini, barista bisa bagus untuk masa depan,” kata Moeljono. Moeljono menuturkan, untuk menjadi seorang barista tidak perlu menempuh pendidikan khusus hingga bertahun-tahun. Dalam waktu singkat, asal terus belajar dan berlatih dengan tekun, profesi ini bisa memberikan prospek cerah untuk masa depan.

“Untuk menjadi seorang expert, barista tidak dilihat dari berapa lama ia bekerja. Tapi dilihat dari dirinya sendiri, bagaimana kemauannya untuk berkembang, mengasah diri. Ikut kompetisi-kompetisi adalah contohnya,” terang Moeljono.

Barista pun memiliki jenjang karier tertentu. Sebagai contoh, barista magang, barista junior, barista, head barista, dan head bar, tergantung dari jenjang profesi yang ditawarkan suatu kafe. Seorang barista pun bisa menjadi manajer suatu restoran atau kafe. Jika sukses, barista juga bisa mendirikan kafe sendiri.

Profesi ini juga diperlukan

Pilihan lainnya adalah menjadi coffee roaster atau pakar pemanggang kopi. Namun, tidak sekadar memanggang kopi, seorang coffee roaster perlu memiliki pengetahuan mendalam mengenai jenis biji kopi, karakteristik rasa di dalam biji kopi, tingkat pemanggangan biji kopi yang paling tepat, paduan rasa antarbiji kopi, dan beragam informasi tentang dunia kopi lainnya.

“Jadi coffee roaster juga bisa. Tapi memang profesi ini tidak mudah, pembelajarannya bisa sampai bertahun-tahun karena penguasaan tentang kopi memang harus benar-benar matang,” kata Moeljono.

Moeljono optimis profesi barista dan coffee roaster akan terus diminati. Hal ini melihat perkembangan bisnis kafe yang kian menjamur di berbagai kota. Dalam satu kafe, minimal akan dibutuhkan 2 orang barista untuk 2 shift. Belum lagi jika suatu kafe terus berkembang dan membuka cabang di lokasi lain, profesi barista dengan beragam jenjang akan muncul. Bahkan, tidak hanya di Indonesia. Anda yang tertarik profesi barista pun bisa melirik peluang di mancanegara. Namun, tetap perhatikan jenis kafe, penghasilan, dan tingkat gaya hidup di suatu negara. [KUL]

 

Foto ilustrasi: Istimewa

Follow Instagram @ETALASEBINTARO

Comments

comments